Regional
Pasokan Kebutuhan Pokok di Garut Dipastikan Aman Selama PPKM Darurat
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut memastikan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Garut, ketersediaan kebutuhan pokok aman.
Kepala Disperindag Kabupaten Garut Nia Gania Karyana mengatakan kebutuhan pokok untuk masyarakat tersedia di 15 pasar pemerintah dan pasar desa yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Garut.
Hal tersebut sesuai dengan hasil peninjauan yang dilakukan oleh petugas saat dimulainya PPKM darurat.
“Barang pokok masyarakat yang tersedia cukup banyak itu karena adanya daya beli masyarakat yang rendah dampak PPKM Darurat,” kata Gania di Kabupaten Garut, Kamis (8/7/2021).
Disebutkannya, pelaksanaan PPKM Darurat di Garut sama sekali tak berpengaruh terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.
Pemkab Garut sudah mengantisipasi hal itu guna memastikan agar warga Garut tak ada yang kesulitan mendapatkan kebutuhan pangan selama PPKM Darurat diberlakukan.
Selama PPKM Darurat, tambahnya pendistribusian barang tetap berjalan lancar, terutama untuk pendistribusian yang sifatnya esensial seperti kebutuhan makanan bagi masyarakat.
Penyuplai masih tetap bisa mendistribusikan bahan pangan bagi masyarakat ke berbagai daerah di Garut.
“Pendistribusian lancar karena termasuk barang yang esensial yang boleh didistribusikan ke berbagai daerah oleh penyuplai.
Menurut Gania, ketersediaan kebutuhan pokok atau kebutuhan pangan masyarakat masih bisa didapatkan dengan mudah di 15 pasar pemerintah dan pasar desa yang tersebar di berbagai wilayah di Garut.
Untuk memastikannya, Pemkab Garut sudah melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
“Baik berdasarkan hasil tinjauan langsung maupun laporan yang kami terima, ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat terutama bahan pangan tidak ada masalah. Bahkan ketersediaannya saat ini cukup banyak mungkin akibat dampak daya beli masyarakat yang rendah akibat PPKM Darurat ini,” katanya.
Gania mengatakan, berkurangnya daya beli masyarakat disebabkan beberapa faktor yakni, seperti tidak berjualan, pendapatan masyarakat turun, adanya pembatasan akses masyarakat, dan banyak yang bertahan di rumah dampak PPKM.
Namun begitu, kata Gania, kondisi tersebut dipastikan tidak akan berlaku lama, lantaran akan disalurkannya bantuan dana dari pemerintah pusat bagi ribuan warga Garut sehingga mendorong kembali daya beli masyarakat.
“Makanya kalau bantuan sosial bagi 40 ribuan penduduk Garut turun dari pemerintah pusat akan menambah daya beli,” katanya. (*)


You may like

Musyawarah Daerah DPD FK-PKBM Kabupaten Garut Berjalan Lancar dan Tertib

Dukung Asta Cita Ketahanan Pangan, Bupati Garut Resmikan Bantuan Cold Storage dari PLN UID Jabar Untuk Bumdes Motekar

Dispertan Garut Bangun Rumah Burung Hantu Untuk Kendalikan Serangan Hama Tikus di Sawah

Lima Orang Jamaah Haji Asal Garut Wafat di Tanah Suci

Geger Kasus Mutilasi dalam Karung di Garut, Pelaku Diduga ODGJ

Polisi Tangkap Pria di Garut yang Konsumsi dan Jual Ganja Hasil Tanam Sendiri
Pos-pos Terbaru
- Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern






