Connect with us

Regional

Pasokan Kebutuhan Pokok di Garut Dipastikan Aman Selama PPKM Darurat

Published

on

INFOKA.ID – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Garut memastikan selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Garut, ketersediaan kebutuhan pokok aman.

Kepala Disperindag Kabupaten Garut Nia Gania Karyana mengatakan kebutuhan pokok untuk masyarakat tersedia di 15 pasar pemerintah dan pasar desa yang tersebar di seluruh desa di Kabupaten Garut.

Hal tersebut sesuai dengan hasil peninjauan yang dilakukan oleh petugas saat dimulainya PPKM darurat.

“Barang pokok masyarakat yang tersedia cukup banyak itu karena adanya daya beli masyarakat yang rendah dampak PPKM Darurat,” kata Gania di Kabupaten Garut, Kamis (8/7/2021).

Disebutkannya, pelaksanaan PPKM Darurat di Garut sama sekali tak berpengaruh terhadap ketersediaan kebutuhan pokok.

Pemkab Garut sudah mengantisipasi hal itu guna memastikan agar warga Garut tak ada yang kesulitan mendapatkan kebutuhan pangan selama PPKM Darurat diberlakukan.

Selama PPKM Darurat, tambahnya pendistribusian barang tetap berjalan lancar, terutama untuk pendistribusian yang sifatnya esensial seperti kebutuhan makanan bagi masyarakat.

Penyuplai masih tetap bisa mendistribusikan bahan pangan bagi masyarakat ke berbagai daerah di Garut.

“Pendistribusian lancar karena termasuk barang yang esensial yang boleh didistribusikan ke berbagai daerah oleh penyuplai.

Menurut Gania, ketersediaan kebutuhan pokok atau kebutuhan pangan masyarakat masih bisa didapatkan dengan mudah di 15 pasar pemerintah dan pasar desa yang tersebar di berbagai wilayah di Garut.

Untuk memastikannya, Pemkab Garut sudah melakukan peninjauan langsung ke lapangan.

“Baik berdasarkan hasil tinjauan langsung maupun laporan yang kami terima, ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat terutama bahan pangan tidak ada masalah. Bahkan ketersediaannya saat ini cukup banyak mungkin akibat dampak daya beli masyarakat yang rendah akibat PPKM Darurat ini,” katanya.

Gania mengatakan, berkurangnya daya beli masyarakat disebabkan beberapa faktor yakni, seperti tidak berjualan, pendapatan masyarakat turun, adanya pembatasan akses masyarakat, dan banyak yang bertahan di rumah dampak PPKM.

Namun begitu, kata Gania, kondisi tersebut dipastikan tidak akan berlaku lama, lantaran akan disalurkannya bantuan dana dari pemerintah pusat bagi ribuan warga Garut sehingga mendorong kembali daya beli masyarakat.

“Makanya kalau bantuan sosial bagi 40 ribuan penduduk Garut turun dari pemerintah pusat akan menambah daya beli,” katanya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement