Politik
Paslon Pilkada yang Arak-arakan Bakal Disanksi UU Kesehatan
Published
6 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berbicara mengenai sanksi bagi pasangan calon (paslon) pilkada 2020 yang melanggar protokol kesehatan menimbulkan kerumunan. Tito mengatakan, pasangan calon yang melakukan arak-arakan dapat dikenakan sanksi sesuai Undang-Undang (UU) Kesehatan.
“Mengenai arak-arakan, apakah ada sanksi. Ya itu sanksinya mulai dari sanksi Bawaslu kalau dia kontestan kemudian kedua dari Kemendagri, kalau dia ASN kami bisa memberikan kewenangan untuk memberikan saksi kalau dia non ASN tidak bisa, tapi dia bisa juga dikenakan Undang-Undang (UU) yang lain termasuk UU Kesehatan,” kata Tito usai menghadiri rapat pendisiplinan protokol COVID-19 dalam pilkada 2020 di Kemenko Polhukam yang dilansir dari Detikcom, Rabu (9/9/2020).
Tito mengatakan, nantinya pihak kepolisian lah yang akan mendomain sanksi tersebut.
Tito juga menyampaikan, dirinya bersama Menko Polhukam Mahfud Md akan melakukan langkah-langkah tegas selain daripada sekadar imbauan menjaga jarak.
“Sehingga domainnya menjadi domain kepolisian. Tadi Bapak Menko juga sudah menyampaikan kepada bapak kepolisian, intinya kita melakukan tindakan yang tegas selain langkah-langkah social distancing,” tuturnya.
Sebelumnya beberapa kepala daerah sudah kena tegur Tito karena menimbulkan kerumunan di acara politik. Salah satunya Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana yang kena tegur Tito.
Dilansir dari situs Kemendagri, Senin (7/9/2020), Cellica yang kembali mencalonkan diri di Pilkada Karawang menggelar arak-arakan massa saat mendaftarkan diri di KPU Karawang, Jumat (4/9). Lantas, Cellica ditegur Kemendagri di hari yang sama.
Teguran ditandatangani oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Akmal Malik atas nama Mendagri. Dengan menggelar arak-arakan massa, Mendagri menyatakan, Cellica selaku bakal paslon dinilai telah menimbulkan kerumunan massa.
“Dan hal tersebut bertentangan dengan upaya pemerintah dalam menanggulangi serta memutus mata rantai penularan wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19),” demikian bunyi poin 1 pada teguran tertulis Mendagri tersebut. (*)
Sumber: Detikcom


You may like

Kembali Datangi Bawaslu Karawang, Tim Advokasi Paslon 01 Laporkan 6 Dugaan Pelanggaran Pemilu

Pasangan Calon Ratu Dewa dan Prima Salam menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Palembang Sejahtera

Sebanyak 150 Anggota PPK yang Lolos Seleksi Resmi Dilantik KPU Karawang

Menuju Pilkada Purwakarta, Survei LSMI Sasar Kecamatan Plered, Apa Hasilnya?

Elektabilitas Mantan Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika Kalah Tipis dengan Kandidat Irwan P Abdurahman

Presiden Jokowi Tunjuk Tito Karnavian Sebagai Plt Menko Polhukam
Pos-pos Terbaru
- Ketua DPRD Karawang Sebut Pembentukan Pansus Wujud Komitmen Perkuat Regulasi Daerah
- Rapat Paripurna DPRD Karawang Agenda Penyampaian Nota Pengantar APBD, Bupati Tegaskan Penguatan SDM
- NOEND Band Panaskan Laga Inggris vs Argentina di Nobar Juara Karawang, Ratusan Penonton Tumpah Ruah
- Komisi III DPRD Karawang Tindak Lanjuti Dugaan Penutupan Drainase Penyebab Banjir
- Yonif 305/Tengkorak Gelar Nobar Semifinal II Piala Dunia 2026, Pererat Kebersamaan Prajurit






