Connect with us

Daerah

NU Karawang Persoalkan Materi Ujian Penilaian Akhir Semester MDTA

Diposting

pada

INFOKA.ID – Viral soal ujian penilaian akhir semester ganjil Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) membuat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karawang geram.

Menyikapi hal ini, Ketua PCNU Karawang, KH Ahmad Ruhyat Hasbi menyampaikan, Kepala Kemenag Karawang telah melakukan klarifikasi ke kantor PCNU Karawang pada Rabu (8/12/2021).

Selain itu Kasi PD Pontren Kemenag Karawang juga sudah dimintai klarifikasi oleh stafsus Menteri Agama.

Ditemani oleh Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Ustaz Talim yang diberi kewenangan membuat soal telah mengklarifikasi bahwa kejadian ini sama sekali tidak ada unsur kesengajaan.

“Bahkan Ustaz Talim si pembuat soal adalah orang NU tulen, dia alumni Buntet Pesantren Cirebon, putranya juga Alumni Cipulus Purwakarta, dia juga ikut ngajar di lembaga pendidikan milik NU. Semula dia berniat untuk memperkenalkan NU kepada siswa DTA, tapi karena kepolosannya, dia menulis soal dengan salah,” kata Ahmad Ruhyat Hasbi dilansir Merdeka.com, Kamis (9/12).

PCNU Karawang berharap agar warga nahdliyin di mana pun berada mau memaafkan karena benar-benar tidak ada niatan untuk menghina NU.

“Dengan demikian, maka masalah ini kami anggap selesai dan kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari,” bebernya.

Kepala Kemenag Karawang, Dadang Ramdani mengatakan, tidak ada unsur kesengajaan atas pembuatan naskah soal yang dibuat FKDT ini.

“Tidak ada unsur kesengajaan sebenarnya di sini. Justru niatan awal sebenarnya ingin memperkenalkan NU kepada siswa melalui naskah soal ujian. Tetapi karena si pembuat soal khilaf, akhirnya malah terjebak kepada narasi. Istilahnya kacaletot gitu,” kata Dadang Ramdani.

Dijelaskannya, naskah soal ini dibuat di internal FKDT. Tetapi secara struktural, Kemenag memiliki kewajiban pembinaan kepada setiap lembaga pendidikan non formal.

“Sebetulnya sudah ada tim editing. Yaitu di mana setiap soal yang dibuat ada kajian terlebih dahulu, ada proses editing dulu. Tetapi karena kemarin waktu terbatas, tidak membangun komunikasi intens di internal FKDT. Sehingga naskah soal ujian MDTA yang keliru tersebut lolos,” terangnya.

Atas persoalan ini, pihaknya menegaskan bakal ada evaluasi menyeluruh untuk setiap pembuatan naskah soal ujian pendidikan Diniyah Takmiliyah ke depan.

Yaitu di mana setiap pembuatan soalnya tidak hanya sekedar memenuhi substansi kurikulum pendidikan. Melainkan akan mempertimbangkan aspek lain seperi bahasa, kondisi psikologis siswa, hingga kondisi sosial politik.

“Kita akui kekhilafan ini. Makanya kemarin juga kita langsung tabayyun ke kantor PCNU. Persoalan ini perlu diantisipasi oleh kita ke depan. Sehingga kejadian ini tidak terulang kembali di kemudian hari. Kejadian ini ada hikmahnya juga buat kita. Yaitu dimana ke depan dalam pembuatan soal harus lebih hati-hati dengan mempertimbangkan berbagai aspek,” bebernya.

Diakui Dadang, kekhilafan di dalam pembuatan naskah soal MDTA ini bukan hanya sekedar mendapat protes dari PCNU Karawang. Tetapi juga mendapat teguran dari Menteri Agama.

“Evaluasinya ke depan harus ada tim khusus. Aspek-aspek di atas harus jadi rujukan dalam setiap pembuatan naskah soal. Sekali lagi kami tegaskan tidak ada unsur kesengajaan dalam persoalan ini. Ini hanya kehilafan dari si pembuat soal,” tutupnya.

Diketahui, salah satu naskah soal PAS ganjil bagi siswa MDTA membuat para kiai di internal Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Karawang geram. Pada soal pilihan ganda nomor 11 mata pelajaran Al-quran tersebut berbunyi : Di antara orang yang dimurkai oleh Allah SWT adalah: a). Kelompok Yahudi b). Kelompok Islam c). Kelompok Lahiliyah d). Kelompok NU.

Sumber: Merdeka.com

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement