Connect with us

Regional

Normalisasi Kalen Bawah Desa Gembongsari Dinilai Tak Jelas, Dinas PUPR Karawang Hanya Buang-buang Anggaran

Published

on

KARAWANG – Masyarakat Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, menilai excavator yang sedang mengeruk tanah di bantaran Kalen Bawah Desa Gembongan hanya membuang-buang uang negara untuk sesuatu yang tidak perlu dan tidak memiliki manfaatnya.

Hal itu disampaikan warga sekitar yang identitasnya meminta diinisialkan AD. Ketika awak media mendatangi lokasi kegiatan excavator mengeruk tanah, AD mengatakan bahwa dirinya merasa heran, sebab pengerukan tersebut justru malah mengeruk bagian tanggul.

“Eta sabenerna Beko keur naon nya?, sagala babad alas didinya, tanah diratakeun. Padahal geus jelas tadina jiga bukit loba tatangkalan anu nahan supaya tong longsor luhurna, teu aya gunana pisan ngan ngabeakeun Duit Rakyat, emang na teu aya deui kitu nu bisa digawean? (Jika diartikan maksud ucapan AD, itu sebenarnya ngapain Beko disitu?, segala tanah tebing dikeruk diratakan. Padahal jelas tadinya bukitnya banyak pepohonan yang berfungsi penahan supaya tidak longsor atasnya, tidak ada lagi memangnya pekerjaan yang bisa dikerjakan?)” ujar AD dengan penuh tanya dengan bahasa sehari-harinya, Selasa (20/6/2023).

Namun, setelah ditelusuri lebih dalam, ditemukan selembar papan informasi yang tergeletak tak jauh dari lokasi pekerjaan tersebut.

Ternyata merupakan kegiatan normalisasi kalen bawah Desa Gembongan Kecamatan Banyusari oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang, dikerjakan oleh CV. RIZKI FADHILAH AKBAR dengan nilai anggaran Rp 189.404.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Karawang Tahun 2023.

Sungguh sangat disayangkan, pekerjaan dengan judul normalisasi tersebut justru dinilai tak sesuai dengan pekerjaan yang harusnya dikerjakan, bahkan yang terjadi bukannya manfaat daripada pekerjaan tersebut, lantaran bukannya lumpur yang diangkat dari sungai tetapi tanah perbukitan yang berfungsi sebagai tanggul penahan di bantaran kali yang diratakan, hal tersebut dikhawatirkan malah akan membuat debit air nantinya akan meluber akibat dikikisnya bagian tanggul.

Sementara itu, untuk menggali informasi lebih lanjut, awak media mencoba menghubungi Kasie SDA Dinas PUPR Kabupaten Karawang, Rambudi guna mengkonfirmasikan dan untuk mendapatkan informasi lebih detail perihal pekerjaan tersebut.

Namun, saat dikonfirmasi dan hingga berita ini ditayangkan, Kasie SDA tersebut sama sekali tak memberikan jawaban apapun alias bungkam. (cho)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement