Connect with us

Regional

Muspika Talaga Majalengka Bersihkan Bekas Aksi Vandalisme di Relief Talaga Manggung

Published

on

INFOKA.ID – Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Talaga, Kabupaten Majalengka melakukan pembersihan bekas aksi vandalisme terhadap relief sejarah Talaga Manggung di Alun-alun Talaga, Senin (24/7/2023).

Camat Talaga, Raden Mochammad Shoddiq mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atau respons cepat aksi vandalisme yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab.

Bersama unsur Polsek-Koramil Talaga dan Pemdes Talaga Kulon, pihaknya membersihkan coretan yang sangat menggangu pemandangan tersebut.

“Ini berawal dari aksi vandalisme, kemudian kami beraksi cepat pada hari ini, siang ini kita berada di kawasan Alun-alun Talaga, untuk membersihkan coretan-coretan yang dilakukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar Shoddiq, Senin (24/7/2023).

Selain turun tangan langsung membersihkan coretan, Muspika Talaga juga ingin memperlihatkan kepada masyarakat bahwasanya Alun-alun Talaga harus bersih dari orang yang tak bertanggung jawab.

Melestarikan dan memelihara Alun-alun Talaga menjadi tempat yang nyaman dikunjungi juga harus diperhatikan.

“Ini adalah sebuah reaksi kita untuk memperlihatkan bahwa kita memang melestarikan dan memelihara bagaimana Alun-alun Talaga ini merupakan tempat yang nyaman dikunjungi,” ucapnya.

Shoddiq pun mengimbau agar masyarakat, khususnya yang mengunjungi Alun-alun Talaga untuk melakukan tindakan tak terpuji seperti mencorat-coret cagar budaya.

Jadikan tempat ini menjadi tempat yang aman, nyaman dan bersih untuk ditempati sebagai tempat peristirahatan atau wisata ruang publik yang murah meriah.

Sementara, Pegiat sejarah yang tergabung dalam Group Madjalengka Baheula (Grumala) mengecam aksi para pelaku vandalisme di Alun-alun Talaga, Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka.

“Relief Sejarah Talaga Manggung itu kan menceritakan perjalanan sejarah Talaga sebagai salah satu kerajaan yang berpengaruh di zaman Pajajaran, Talaga juga menjadi bagian sejarah Majalengka. Tentunya sangat mengecam dan disayangkan jika terjadi vandalisme oleh anak-anak sekolah, mungkin akibat kurangnya penjelasan dan pendidikan akan sejarah lokal Majalengka,” ujar Ketua Grumala Majalengka, Nana Rohmana seperti dilansir dari TribunJabar.id, Senin (24/7/2023).

Ia menduga aksi vandalisme itu dilakukan oleh para pelajar. Menurut Nana, masih kurangnya pendidikan perihal sejarah lokal yang ada di Majalengka membuat para pelajar tega mencorat-coret relief yang menceritakan sejarah Talaga Manggung tersebut.

Nana pun lantas mengkritisi program yang selama ini kerap dijalankan pihak sekolah dengan menggelar studi tur ke luar daerah.

Harusnya, pihak sekolah justru memprogramkan kegiatan yang di dalamnya lebih mempelajari sejarah yang ada di Majalengka.

“Makanya piknik tidak usah jauh-jauh, pelajari dulu sejarah di daerah sendiri supaya generasi muda lebih mengenal dan menghormati akan sejarah daerah sendiri,” katanya.

Agar aksi vandalisme tidak terulang kembali, Grumala meminta unsur terkait membuat plang imbauan untuk sama-sama menjaga dan memelihara.

Ia juga meminta agar pembersihan melibatkan pihak yang tertulis di relief sejarah tersebut.

“Terus usul saja harus dibuat plang peringatan aksi vandalisme dan diadakan pembersihan relief libatkan para pelajar terutama sekolah-sekolah yang tertulis di relief tentang bagaimana pentingnya menghormati sejarah lokal Majalengka,” ujar Nana.

Sebelumnya, beredar unggahan foto aksi vandalisme di Alun-alun Talaga, Kabupaten Majalengka viral di media sosial.

Pasalnya, latar yang menjadi lokasi vandalisme itu merupakan relief sejarah Talaga Manggung yang sengaja di buat di ruang publik.

Aksi vandalisme itu diunggah dalam akun media sosial Instagram @besoksenin.co pada Minggu (23/7/2023).

Unggahan tersebut terlihat relief sejarah Talaga Manggung dihiasi banyak tulisan corat-coret.

Corat-coret itu hampir mengisi semua ruang relief tersebut. Mirisnya, banyak tulisan yang berisi identitas nama sejumlah sekolah.

Ada juga tulisan nama sebuah komunitas, nama akun media sosial, yang diduga ditulis sendiri oleh pelaku dan tulisan-tulisan lainnya.

Sontak aksi vandalisme oleh orang yang tak bertanggung jawab itu menuai komentar beragam oleh warganet. Kebanyakan warganet berkomentar negatif yang menyoroti aksi tak terpuji tersebut. (*)

Sumber: Berbagai sumber

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement