Regional
Motif Penculik Anak di Palembang Minta Tebusan Rp 100 Juta
Published
5 tahun agoon
By
admin
PALEMBANG – Dua pelaku penculikan atas Dzaky Ichasadrar (3,5) berhasil diringkus anggota Pidum (pidana umum) dan Tekab 134, Polrestabes Palembang, Sabtu (20/2/2021) malam dikediamannya masing-masing.
Dua pelaku mengaku bernama Eri Hartono (39) Sekip Kemuning dan Sutriono,(31) warga Jalan Taman Murni Kelurahan Alang-Alang Lebar Kecamatan Alang-Alang Lebar. Namun, satu pelaku bernama Eri Hartono, terpaksa di lumpuhkan dengan timah panas lantaran melawan dan berusaha kabur saat ditangkap, pada Sabtu (20/2/2021) malam.
Kapolrestabes Palembang Kombes Polisi Irvan Prawira Satyaputra di dampingi Kasat Reskrim Kompol Edi Rahmat Mulyana, Sabtu (20/2/2021), saat gelar Press Release, di aula Mapolrestabes mengatakan pelaku diringkus di kediamannya masing-masing, sedangkan untuk motif penculikan tersebut, kedua pelaku mengaku dengan alasan ekonomi.
Baca juga: PPKM Berbasis Mikro di Kabupaten Bogor diperpanjang Hingga 8 Maret
“Kedua pelaku meminta uang tebusan dengan alasan ekonomi. Namun, keburu viral di Media Sosial, jadi mereka takut dan memberikan korban kepada warga untuk diserahkan ke keluarganya,” ungkap Kapolrestabes Palembang.
Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana, menjelaskan selama di tangan kedua pelaku, korban dibawa ke salah satu rumah kosong di kawasan Kebun Sayur, di jalan Noerdin Panji Kecamatan Sukarami Palembang, lalu di ikat tangannya menggunakan kain, dan mulut diseka.
“Kedua pelaku meminta tebusan uang sebesar Rp 100 juta kepada pihak keluarga korban, sehingga melakukan penculikan,” jelasnya
Sedangkan pelaku Suhartono, mengakui melakukan aksi penculikan tersebut, dimana ia telah merencakan menculik anak kecil untuk meminta tebusan uang kepada orang yang kaya.
Baca juga: Medsos Sumsel Viral Video CCTV Penculikan Bocah
“Saya langsung culik saja anak itu, lalu saya bawa keliling dulu, dan ketemu rumah kosong di kawasan Kebun Sayur, dirumah itu korban saya ikat pakai kain dan mulutnya saya sekap, sambil menunggu Sutriono, untuk urusan dengan pihak keluarga korban meminta uang tebusan,” ungkap Suhartono.
“Kami pinta uang tebusan sebesar Rp 100 juta, sebatas uang tebusan itu saja. Saya yang melepaskan korban, karena kasian dan viral juga di Medsos. Jadi saya minta bantuan warga, untuk mengembalikan korban ke pihak keluarganya. Saya cuma menyambut korban saja dari Suhartono, saya rawat korban selama beberapa jam dirumah kosong itu,” tutup Sutriono. (sya)


You may like

HUT Kota Palembang ke-1343, Diskominfo Gelar Lomba Gaplek dan E-Sport Antar Pegawai-Media

KORMI Kota Palembang Meriahkan HUT Palembang ke-1343, 18 Kecamatan & 29 UPTD Bahagia Jalin Silaturahmi

Targetkan Banjir Palembang Berkurang 50% Tahun Depan, DPRD Percepat Pansus Banjir

Ogah Cuma Formalitas! Sekda Muba Pasang Badan, Siap ‘Bongkar’ Anggaran 2026 Demi Rakyat

NasDem Sumsel Siapkan Amunisi Gen z Ubah Stigma Politik Kotor Jadi Gerakan Perubahan

GEGAP GEMPITA! KORMI Palembang “Guncang” Launching Car Free Night ATMO, Aksi Engrang dan Sorak Memukau Ribuan Warga
Pos-pos Terbaru
- Tim Hukum Jabar Istimewa Beberkan Kronologi Kasus Si Nenek dan Perempuan Muda, Interval Visum Jadi Sorotan
- Ketua DPRD Karawang Sebut Pembentukan Pansus Wujud Komitmen Perkuat Regulasi Daerah
- Rapat Paripurna DPRD Karawang Agenda Penyampaian Nota Pengantar APBD, Bupati Tegaskan Penguatan SDM
- NOEND Band Panaskan Laga Inggris vs Argentina di Nobar Juara Karawang, Ratusan Penonton Tumpah Ruah
- Komisi III DPRD Karawang Tindak Lanjuti Dugaan Penutupan Drainase Penyebab Banjir






