Connect with us

Regional

Meski Ditutup Sementara, Banyak Warga Tetap Datang ke Alun-alun Majalengka

Published

on

INFOKA.ID – Upaya Pemkab Majalengka untuk menekan jumlah kasus Covid-19 dengan menutup sementara fasilitas umum tampaknya tidak digubris warga.

Seperti yang terjadi di Alun-alun Majalengka, Sabtu (20/3/2021). Meski sudah dipasang spanduk lebar bertuliskan ‘Alun-alun Majalengka Ditutup Sementara’ di pintu masuk bagian barat, tak menyurutkan para pengunjung untuk datang dan masuk ke area alun-alun.

Setiap hari, terutama menjelang sore masyarakat berkerumun di kawasan alun-alun. Selain ada yang bercengkrama di rumput sintetis, juga duduk-duduk di area rehat serta berjalan sambil bergerombol.

Tidak hanya anak-anak, remaja bahkan orang tua turut berjubel di kawasan tersebut. Pengunjung ada yang membawa sepeda motor dan kendaraan roda empat memarkir kendaraannya di pinggir ruas Jalan KH Abdul Halim.

Sejumlah pedagang mainan menjajakan barang dagangannya di pintu masuk. Begitu pula dengan pedagang makanan dan minuman yang memarkir kendaraan di seberang jalan dan menutup dagangannya dengan box. Hal itu agar tidak terlihat tengah berjualan.

Namun pedagangnya terus berkeliling menjajakan minuman dan makanan ke tempat kerumunan. Hal ini dilakukan dengan alasan tidak ada tempat pedagang kaki lima di alun-alun sehingga berjualan harus disiasati.

Sementara itu, petugas keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dan Dinas Perhubungan sesekali memperhatikan para pengunjung.

Petugas pun terkadang berupaya membubarkan kerumunan warga, namun pengunjung tetap tidak beranjak.

Kerumunan serupa juga terjadi di kawasan Bundaran Munjul atau Taman Dirgantara dan GGM Majalengka. Kondisi seperti ini akhirnya menjadi bahan perbincangan bagi kalangan orang tua dan guru di masyarakat.

Mereka beranggapan kerumuman di alun-alun dibiarkan dan seolah dilegalisasi dan tempat wisata sudah cukup lama dibuka.

Sementara, sampai saat ini sekolah belum diperbolehkan belajar tatap muka meski lampu hijau sudah berhembus. Yang mana, para guru akan divaksin terlebih dahulu sebelum benar-benar gelaran KBM tatap muka dilaksanakan.

Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi mengetahui dan memahami keluhan orang tua serta para guru.

Namun dia menghendaki tatap muka dilakukan setelah semua guru mendapat vaksin untuk menjaga kesehatannya.

“Betul, banyak yang bilang mending belajar di alun-alun karena alun-alun banyak kerumunan. Tapi kami ingin semua sehat. Guru-guru harus divaksin terlebih dulu baru melakukan tatap muka,” ujar Karna, Sabtu (20/3/2021).

Semula, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka Ahmad Suswanto akan segera menerbitkan surat edaran (SE) pelaksanaan tatap muka.

Namun hal itu urung dibuat karena penyebaran Covid-19 masih cukup tinggi serta permintaan bupati agar semua guru terlebih dulu divaksin. (*)

Sumber: TribunJabar.id

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement