Connect with us

Nasional

Mentan: Penyakit Mulut dan Kuku Sudah Menyebar di 16 Provinsi

Published

on

INFOKA.ID – Kementerian Pertanian menyebutkan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Indonesia tersebar di 16 provinsi yang terdampak pada 5.454.454 ekor ternak dengan tingkat kematian 0,36 persen.

Berdasarkan laporan per 22 Mei 2022, Kementan menyebutkan jumlah tersebut berasal dari 16 provinsi dan 82 kabupaten atau kota.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa jumlah kasus PMK di Indonesia termasuk ke dalam kategori relatif kecil jika dibandingkan dengan jumlah total populasi yang terdampak.

Dari 16 provinsi, Syahrul Yasin Limpo mencatat populasi hewan ternak saat ini berjumlah 13.841.258 ekor dengan jumlah hewan yang sudah terjangkit PMK sekitar 5.454.454 ekor.

“Memang ada 82 kabupaten/kota, tetapi dari apa yang ada di sini kalau kita lihat yang sakit 20.000. Dari 16 provinsi itu dari populasi 13 juta yang sakit cuma ini,” ucap Syahrul Yasin Limpo dilansir Antara, Selasa (24/5/2022).

Lebih lanjut, ia menyampaikan dari total populasi yang disebutkan, hewan ternak yang sudah terdampak PMK terdapat sebanyak 20.723 ekor atau 0.36 persen.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 142 ekor hewan ternak sudah mati dan 162 ekor hewan dipotong paksa akibat terjangkit penyakit mulut dan kuku.

Meskipun demikian, Kementan mencatat sebanyak 6.896 ekor hewan ternak berhasil sembuh dari virus PMK.

Sementara itu, 16 provinsi yang terdampak PMK yakni Aceh 315.612 ekor, Sumatra Barat 107.942 ekor, Sumatra Selatan 45.695 ekor, dan Sumatra Utara 492.139 ekor.

Lalu ada Jawa Barat dengan 396.364 ekor, Jawa Tengah 768.150 ekor, Yogyakarya 92.977 ekor, Banten 22.456 ekor, Aceh 315.612 ekor, dan Bangka Belitung sebanyak 10.247 ekor.

Adapun, Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah kasus PMK terbanyak di Indonesia, 2.569.774 ekor.

Penyakit mulut dan kuku merupakan penyakit infeksi virus yang mudah menular pada hewan berkuku genap seperti sapi, kerbau, kambing, domba, babi, dan unta.

Kementan menyebutkan virus PMK dapat menular dengan cepat melalui kontak langsung, dari lalu lintas hewan, dan melalui udara.

Meskipun demikian, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa PMK tidak akan menular kepada manusia, dan daging hewan ternak yang terpapar masih bisa dikonsumsi.

“Namun demikian ternak yang terkena PMK tidak menular kepada manusia dan daging ternak yang tertular tetap dapat dikonsumsi oleh manusia dengan cara pemotongan ketat di RPH dan organ terinfeksi harus dimusnahkan sesuai protokol kesehatan hewan yang ada,” ucapnya. (*)

Sumber: Antara

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement