Nasional
Mendikbudristek: Literasi Rendah Jadi Masalah yang Harus Segera Diatasi
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim mengungkapkan bahwa tingkat literasi Indonesia yang rendah menjadi masalah fundamental yang harus segera diatasi.
“Ini adalah salah satu permasalahan fundamental yang harus kita ubah,” katanya dalam Peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-23 di Jakarta dikutip dari Antara, Senin (27/2/2023).
Berdasarkan hasil Asesmen Nasional (AN) 2021, Indonesia sedang mengalami darurat literasi yakni satu dari dua peserta didik jenjang SD sampai SMA belum mencapai kompetensi minimum literasi.
Hasil tersebut konsisten dengan hasil Programme for International Student Assessment (PISA) selama 20 tahun terakhir yang menunjukkan skor literasi anak Indonesia masih rendah dan belum meningkat secara signifikan.
Bahkan kemampuan literasi peserta didik Indonesia masih berada di bawah rata-rata kemampuan literasi peserta didik di negara-negara Organization for Economic Cooperation and Development (OECD).
Selain itu, hasil AN juga menunjukkan terdapat kesenjangan pada kompetensi literasi karena masih cukup banyak sekolah terutama yang berada di kawasan terluar, tertinggal, dan terdepan (3T) dengan peringkat literasi dan numerasi berada pada level satu atau sangat rendah.
Salah satu upaya Kemendikbudristek dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan diluncurkannya kebijakan Merdeka Belajar Episode Ke-23 yang bertajuk Buku Bacaan Bermutu untuk Literasi Indonesia.
Kemendikbudristek melalui program ini akan mendistribusikan buku bacaan bermutu khusus untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD).
Selain mengirim buku, Kemendikbudristek juga akan melakukan pelatihan dan pendampingan bagi guru-guru dan pustakawan sekolah penerima buku agar dapat lebih memanfaatkan buku-buku yang yang telah didistribusikan.
Pelatihan dan pendampingan tersebut bertujuan agar sekolah benar-benar memahami kegunaan dan manfaat buku yang diterima sehingga tidak ada buku yang menumpuk di perpustakaan karena tidak dimanfaatkan. (*)
Sumber: Antara

You may like

Pj Gubernur Jabar Akan Laporkan Evaluasi PPDB Jabar 2024 ke Mendikbudristek

Silaturahmi ke Menteri Nadiem Makarim, Pengurus SP2MI Bawa Misi Terkait Pendidikan Kesetaraan

Gelar Diskusi Literasi, Disperpusif Bangun Soliditas Penguatan Literasi di Kabupaten Karawang

Susun Buku Ajar Keaswajaan, LP Ma’arif NU Karawang Ikuti Diskusi Literasi

1500 Siswa SD-SMP di Karawang Ikuti Gebyar Literasi 2023

Cetak Generasi Cinta Literasi, Pemkab Karawang Gelar Gebyar Literasi 2023
Pos-pos Terbaru
- AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu
- Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama
- Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi
- Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara
- Dari Pos Ronda Menuju Podium Juara: Misi Keramat Orado Palembang Di Kejurprov I Sumsel







