Connect with us

Regional

Lantik 292 Kepala Sekolah, Ini Pesan Bupati Karawang

Published

on

INFOKA.ID – Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana melantik sebanyak 292 jabatan kepala sekolah (SD) dan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Plaza Pemerintah Kabupaten Karawang pada Jumat (13/1/2023).

Dalam arahannya, Cellica Nurrachadiana meminta agar para kepala sekolah yang baru ini amanah dan dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

Terlebih pendidikan ini sangat penting bagi kemajuan pembangunan Karawang, umumnya Indonesia.

“Semoga amanah melayani dengan ikhlas dan tulus dan menjadi pelayan masyarakat yang baik,” katanya.

Ia meminta kepada para kepala sekolah untuk membantu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang mengentaskan angka usia putus sekolah.

Ia menyatakan bahwa program beasiswa Karawang Cerdas (Kacer) dibuat salah satu tujuanya untuk mencegah angka putus sekolah.

“Kita punya beasiswa Kacer. Kategorinya ada untuk anak usia SD-SMP yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Ada kategori anak anak penghafal Al Qur’an. Kemudian ada kategori anak dari latar belakang keluarga tidak mampu, namun berprestasi,” ungkapnya.

Ia juga meminta peran aktif para kepsek untuk turut mendata jika ada diantara anak didiknya yang masuk dalam kategori yang disebutkan. Data anak didik bisa dilaporkan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kemudian diverifikasi di bagian Kesra.

“Sudah bukan jamannya lagi kepsek hanya diam di kantor sambil menyuruh guru atau staf-nya. Kepsek harus turun ke lapangan. Melihat kondisi di setiap lini. Misal apakah gedung kelasnya masih bagus atau tidak. Untuk Disdik, prioritaskan perbaikan infrastruktur sekolah berdasarkan dari data, keterdesakan kebutuhan. Saya tidak mau lagi mendengar insiden kelas rubuh,” ungkapnya.

Ia juga mengharapkan kepala sekolah yang telah dilantik dapat menjalankan peran barunya dengan penuh tanggungjawab serta berkontribusi maksimal dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Laksanakan tugas baru dengan penuh tanggungjawab, profesional dan senantiasa meningkatkan kapasitas diri dan dapat majukan sekolahnya masing-masing,” ujarnya. (

Cellica juga mengatakan, diera komunikasi publik dan keterbukaan informasi, dirinya tidak ingin mendengar aduan dari sekolah tentang adanya pungutan liar (pungli) maupun bangunan sekolah yang rubuh.

“Sekarang jaman mudah, semua aduan bisa dilakukan melalui media sosial. Saya engga mau dengar ada soal pungli ataupun bangunan rusak,” beber dia.

Untuk itu, dia meminta agar para kepala sekolah segera melakukan inventarisir dan melaporkan terkait kondisi bangunan sekolah yang sudah rusak maupun rawan rusak.

Dia juga telah memerintah Kepala Dinas Pendidikan Karawang agar segera menyelesaikan persoalan bangunan rusak dan memprioritaskan sesuai dengan kondisi tingkat kerusakan bangunan.

“Saya ingin kepala sekolah sarana dan prasarana pendidikan, langsung ajukan untuk perbaikan dan akan diselesaikan. Jadi tidak ada unsur kedekatan, tidak ada unsur lobi-lobi. Semua berdasarkan data yang jelas dan konkret, kenapa kita dahulukan SD A dan SD B dibangun diperbaiki infrastrukturnya,” ungkapnya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement