Regional
Lantaran Dua Proyek Molor, Kabid SDA PUPR Karawang Disindir Askun Kebanyakan Halu
Published
5 bulan agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Publik kembali dibuat menggelengkan kepala melihat pola berulang dalam proyek-proyek yang dibiayai anggaran pemerintah, baik pusat maupun daerah. Alih-alih membaik, sejumlah pekerjaan fisik justru kembali menampilkan drama lama; perencanaan terburu-buru, pengerjaan asal jadi, mangkrak, hingga kualitas akhir yang jauh dari layak.
Fenomena tersebut membuat sebagian masyarakat menyebutnya sebagai ‘proyek lingkaran setan APBD’. Meski anggaran terus digelontorkan setiap tahun, problem yang muncul tak pernah benar-benar berubah.
Dua proyek di Karawang diantaranya Sabuk Pantai Muara Pakisjaya dan Jetty Muara Sedari, kini menjadi sorotan karena dianggap menampilkan pola klasik itu. Pengamat kebijakan, Asep Agustian atau Askun (Asep Kuncir), menilai keduanya sarat persoalan sejak pemilihan pelaksana hingga ketidaksiapan perencanaan.
“Sebelumnya saya mengkritisi proyek Sabuk Pantai Pakisjaya molor pekerjaannya adalah hasil pilihan atau ditunjuk ataupun dimenangkan oleh atas (arahan) Kabid Pentahelix alias Kabid SDA PUPR Karawang. Nah sekarang ada lagi proyek yang anggarannya lebih besar yaitu Jetty Muara Sedari telan anggaran Rp2,4 miliar yang juga molor pekerjaannya. Dua proyek itu impossible (mustahil) selesai pada akhir Desember 2025,” ujar Askun, Selasa (18/11/2025).
Ia menuding lambannya pekerjaan tak lepas dari lemahnya kendali teknis dari pejabat terkait.
“Nah, inilah kabid mimpi yang sering berhalu yang mengakibatkan proyek yang sedang garap ini lagi-lagi tidak akan selesai sesuai perencanaan,” katanya.
Askun juga mempertanyakan kredibilitas CV Cakra Buana Utama selaku pelaksana proyek Jetty.
“Itu CV darimana datangnya? Pilihan siapa itu? Penentu (menang.Red)nya siapa? Apakah sudah dipikirkan analisanya akademisinya yang secara teknis tidak akan bisa diselesaikan, lalu mau bagaimana nasibnya (proyek.Red),” tegasnya.
Ia menyindir target penyelesaian proyek yang menurutnya tak masuk akal.
“Ingat ya Kabid SDA jangan kebanyakan halu. Anda jangan bicara sok akademisi, ini jangan bicara sok segala pentahelix atau lingkaran setan, dimana dalam pentahelix setannya ada semua,” ungkap Askun, menyiratkan kekecewaannya atas capaian proyek yang berjalan amat lambat.
Karena itu, ia kembali mendesak Bupati Karawang mengevaluasi dan memindahkan Aries dari jabatan Kepala Bidang SDA.
“Orang seperti ini masih pantaskah dipakai? Sudah tidak ada (pantas.Red), sudah lepaskan saja dia, pindahkan dia ke tempat yang bisa berhalu atau sifatnya akademisi bukan di tempat teknis,” jelasnya.
Askun juga menyatakan dukungan terhadap rencana Ketua LMP Mada Jawa Barat, H. Awandi Siraj, yang disebut akan menggelar audiensi atau demonstrasi terkait masalah ini.
“Demo saja, silakan saja itu mah hak mereka untuk berdemo saya enggak ada urusan dengan itu. Intinya bagi saya mimpi yang diharapkan (Kabid SDA) ternyata tidak terbukti. Konon juga proyek sabuk pantai mau diputus kontrak, putus apanya? Faktanya enggak diputus meski pekerjaan cuma 20 persen,” tandasnya. (rls/cho)

You may like

Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang

Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita

DPUPR Karawang Tindaklanjuti Usulan Pemdes Rengasdengklok Utara Atasi Banjir

Menteri PKP dan Pimpinan Daerah Tinjau Proyek HWB Purwakarta: Terobosan Hunian Layak bagi MBR

Hadirkan SIPAKAR, Layanan Bapenda Karawang Kini Makin Mudah dan Terintegrasi

Polres Karawang Masifkan Pemberantasan Obat Keras, Puluhan Ribu Butir OKT Disita
Pos-pos Terbaru
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern
- Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang
- Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita
- DPUPR Karawang Tindaklanjuti Usulan Pemdes Rengasdengklok Utara Atasi Banjir
- Menteri PKP dan Pimpinan Daerah Tinjau Proyek HWB Purwakarta: Terobosan Hunian Layak bagi MBR







