Connect with us

Regional

Krisis Air di Sawah! Petani Karawang Menangis, Saluran Irigasi Jebol Berulang Kali

Published

on

KARAWANG – Petani di Desa Tegalsari, Kecamatan Purwasari, kembali mengeluhkan saluran sekunder di Dusun Pakopen yang sering mengalami jebol. Kondisi ini menyebabkan air tidak mengalir secara merata ke area persawahan di Desa Tegalsari dan Desa Karangsari, Kecamatan Purwasari, serta Desa Karangsinom, Kecamatan Tirtamulya.

Akibatnya, lahan pertanian kerap mengalami kekeringan dan kesulitan air.Anta, salah seorang petani Desa Tegalsari, menuturkan bahwa setiap kali saluran jebol, warga terpaksa bergotong royong menambalnya dengan cara sederhana.

“Kami biasa pakai karung berisi tanah seadanya untuk menutup jebolnya saluran. Tapi itu hanya bertahan sebentar, lama-lama jebol lagi,” ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Sekretaris Desa Tegalsari, Carmin. Ia menilai kondisi ini sudah berlangsung lama dan menyulitkan petani dalam mengatur aliran air untuk sawah mereka.

“Selain saluran sekunder yang jebol, pintu air Palayangan di Dusun Tegalamba RT/RW 03/01 juga tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, debit air yang masuk ke sawah tidak bisa terkontrol dengan maksimal,” jelasnya.

Carmin menambahkan, pihak desa bersama para petani berharap ada perhatian lebih dari pihak BBWS maupun PJT terkait perbaikan infrastruktur irigasi.

“Perbaikan permanen sangat dibutuhkan agar distribusi air lebih merata dan petani tidak terus menerus bergantung pada perbaikan darurat,” katanya.

Dengan kondisi saluran yang kerap jebol, para petani Desa Tegalsari khawatir produktivitas pertanian akan terganggu. Mereka berharap, perbaikan irigasi dapat segera direalisasikan demi keberlangsungan pertanian di wilayah Purwasari dan sekitarnya.(red)