Regional
Kota Bogor Tertinggi Dalam Vaksinasi Lansia di Jawa Barat
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Kota Bogor tertinggi dalam proses vaksinasi lansia mencapai 39,7% dan masih dibawah 50%, dibandingkan 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat.
Berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN), Kota Bogor mempunyai data sasaran lansia berjumlah 95.371 orang.
Dilansir dari BeritaSatu.com, data progres cakupan vaksin Provinsi Jawa Barat per 31 Mei 2021 menyebut pemberian dosis pertama Kota Bogor sudah mencapai 39,7% atau 37.433 lansia dan suntikan dosis kedua mencapai 31% dengan 29.529 lansia.
Sedangkan, di Kabupaten Bogor dari 339.958 lansia yang terdaftar sebagai penerima vaksin, baru sekitar 7% atau 20.278 lansia.
Kota Bogor tertinggi dengan dua kota lain di Jabar yakni Kota Cimahi yang sudah merampungkan 38%, dan Kota Bandung sudah mencapai 32%. Sementara, tiga wilayah di Jabar yang masih rendah yaitu Kabupaten Majalengka, Majalengka, dan Garut yang masih di bawah 1%.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno mengakui, masih sedikitnya partisipasi aksinasi sasaran lansia lantaran para lansia sudah enggan untuk disuntik.
“39% sudah tertinggi di Jabar, kita lakukan sudah berbagai cara mulai dari jemput bolah, edukasi kepada keluarga, hingga mendekatkan kepada perkumpulan,” kata Retno, Sabtu (5/6/2021).
Untuk sasaran lansia yang bermukim di pusat kota menurutnya, antusias mengikuti vaksinasi. Sedangkan lansia yang ada di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor, seperti di Mulyaharja, Lawang Gintung, Harjasari, Situ Gede dan Ciluar banyak yang menolak vaksin karena takut divaksin, merasa tidak kemana-mana dan jauh dari fasilitas kesehatan (faskes).
Kata Retno, lansia yang berada di pinggir kota Bogor belum antusias dengan berbagai alasan, tidak ada yang mengantar, terlalu jauh dari fasyankes, tidak diberi izin oleh anak, takut akibat vaksin, merasa tidak perlu vaksin karena tidak kemana-mana.
Untuk memperoleh target yang telah ditetapkan, terutama sasaran lansia yang masih rendah perlu sosialisasi yang masif tentang vaksinasi, keamanan dan manfaatnya.
Tak hanya itu kata Retno, perlunya penggerakan sasaran oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemimpin wilayah, mulai camat, lurah, RW dan RT, termasuk juga aparat wilayah, babinsa dan bhabinkamtibmas serta RW Siaga mendata dan menggerakkan sasaran. (*)
Sumber: BeritaSatu.com


You may like

PLN Operasikan SPKLU Khusus Angkot Listrik di Kota Bogor

Promosikan Judi Online, Dua Selebgram di Bogor Diringkus Polisi

Ruangan Kantor BKPSDM Kota Bogor Kebakaran, Diduga Karena Sambaran Petir

Menkes: Program Vaksinasi Covid-19 Gratis Berakhir Sampai 31 Desember 2023

Pemkab Garut Siapkan 6.000 Pos Pos PIN Vaksinasi Polio Massal

Dinkes Karawang Siapkan 1000 Vial Untuk Vaksin Booster Dosis Kedua
Pos-pos Terbaru
- Ops Jaran Lodaya Tekan Kejahatan Jalanan, Polres Karawang Bekuk Pelaku Curanmor Asal Lampung
- FH UNSIKA Raih Akreditasi Unggul dan Pengakuan Internasional ACQUIN
- Gagalkan Penyelundupan Narkotika ke Dalam Lapas, Polres Karawang Dalami Jaringan Pemasok dari Luar
- Tim Sanggabuana Polres Karawang Ringkus Pelaku Curanmor, Terungkap dari Jejak Penjualan Motor Curian di Facebook
- Energi Kurban Pancarkan Takwa, PLN Hadirkan Terang untuk Sesama Lewat Light Up The Dream di Momen Idul Adha






