Connect with us

Regional

Klaster Keluarga Penyumbang Terbanyak Kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Published

on

INFOKA.ID – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi melaporkan munculnya klaster rumah tangga dengan peningkatan kasus yang signifikan. Bahkan, klaster dari kalangan keluarga ini mulai menggantikan klaster industri yang selama ini mendominasi.

Dari sekitar 8.600 kasus positif di Kabupaten Bekasi, sebanyak 30 persen di antaranya berasal dari klaster keluarga. Bahkan, dalam dua bulan terakhir, klaster keluarga menyumbang 50-70 kasus setiap hari.

“Peningkatannya dua kali lipat, sekitar 40-50 persen. Dari jumlah 8.600 kasus positif sampai saat ini. Sebanyak 2.500 kasus positif berasal dari klaster keluarga,” ujar Juru Bicara GTPP Covid-19 Kabupaten Bekasi, Alamsyah, Rabu (30/12/2020), dikutip dari Pikiran-Rakyat.com.

Alamsyah mengatakan, perkembangan kasus positif mengalami pergeseran pada satu bulan belakangan ini. Kata dia, kasus positif yang sebelumnya di dominasi klaster industri ini bergeser ke klaster keluarga.

Menurutnya, pada November hingga Desember, kasus positif dari klaster keluarga mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sebelumnya, kasus klaster bertambah 23-24 kasus per hari. Namun kini naik hingga 50-70 kasus.

Penyebaran kasus positif pada klaster keluarga ini didominasi di beberapa wilayah perkotaan di Kabupaten Bekasi, seperti Tambun, Cibitung dan Babelan.

“Ada juga Cikarang Barat, Cikarang Utara, Cikarang Timur, Cibitung, Serang Baru, dan Karang Bahagia,” katanya.

Alamsyah menuturkan, kasus positif dari klaster keluarga ini mayoritas merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

Saat ini mereka tengah menjalani isolasi di rumah sakit serta fasilitas isolasi terpusat seperti di Badan Pelayanan Kesehatan milik Kementerian Kesehatan, Wisma Ki Hajar Dewantara, dan beberapa hotel. Namun, karena tingginya kenaikan kasus, beberapa pasien terpaksa menjalani isolasi mandiri di rumah.

Alamsyah mengatakan, pihaknya kini tengah menjajaki kemungkinan penambahan ruang isolasi di beberapa tempat lainnya. “Beberapa gedung yang ada di Kecamatan Tambun Selatan, maupun Cikarang Timur, sementara ini sedang kami asesmen, untuk mengantisipasi lonjakan kasus dari klaster keluarga ini,” ucapnya. (*)

Sumber: Pikiran-Rakyat.com