Regional
Keunggulan Elektabilitas, Pengamat Memprediksi Acep-Gina Menjadi Pilihan Tepat Masyarakat Karawang
Published
2 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Prediksi Pengamat Sosial Politik, Muhammad Heigel Yusuf sekarang terbukti menjadi kenyataan. Pasalnya, dua tahun lalu tepat pada tanggal 1 Februari 2022, ia sudah menganalisa arah politik Pilkada Karawang 2024.
“Intinya Pilkada Karawang 2024 adalah Pilkada Pasca Cellica. Cuma ada tiga tokoh; Acep, Gina dan Aep Saepuloh, stok yang ada di etalase publik Karawang. Artinya tidak ada lagi Incumbent Bupati sekuat Bupati Cellica. Siapapun boleh ikut berpartisipasi dalam kontestasi demokrasi Pilkada yang konstitusional itu, apalagi sekelas Sekda Acep Jamhuri,” ujar Heigel, Kamis (24/10/2024).
Dikatakan Heigel, dalam teori politik ‘Cek Ombak’ atau sekedar test, mencari tahu seberapa serius tanggapan publik, gimmick, trik atau alat yang digunakan untuk mendapatkan perhatian, dianggap sah-sah saja. Sebab sebelumnya, Wakil Bupati Karawang, Aep Saepuloh jadi buah bibir bakal jadi Cabup Karawang yang terang-terangan didukung tiga partai, seperti Nasdem, Golkar dan PKS.
Kemudian muncul statement Gina Fadlia Swara yang terang-terangan pula akan nyalon Bupati Karawang. Gina yang terpilih kembali sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, sekaligus Putri Mantan Bupati Karawang, Ade Swara itu memang banyak pendukungnya, hingga sering disebut Gina punya kans kuat menjadi Cabup Karawang 2024 yang diusung Partai Gerindra.
Maka seandainya Pilkada Karawang digelar sekarang, Heigel pastikan di atas kertas hanya ada tiga kandidat nama yang muncul, yakni Aep Saepuloh, Gina Swara dan Acep Jamhuri. Hanya itu saja sementara ini.
“Kalaupun ada Cabup lain di luar nama tokoh tersebut, itu hanya pemanis saja. Dengan kata lain cuma Cabup abal-abal. Karena tokoh lain tidak punya elektabilitas melampaui elektabilitas tiga tokoh tersebut,” jelasnya.
Diungkapkan Heigel, politisi itu harus melakukan kampanye untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas mereka serta mulai menunjukkan wajah mereka ke muka publik, masyarakat luas, baik lewat media massa atau ‘blusukan’ terjun langsung di tengah rakyat pemilihnya.
“Tingkat elektabilitas seorang tokoh sangat berperan penting dalam memprediksi calon-calon Bupati dengan kemungkinan menang Pemilu yang tinggi,” paparnya.
Menurut Heigel, elektabilitas adalah tingkat ketertarikan seseorang untuk memilih suatu hal. ‘Electability’ yaitu keterpilihan. Dalam konteks politik, elektabilitas dapat diartikan sebagai tingkat ketertarikan masyarakat umum terhadap figur tokoh tersebut. Hal ini juga meliputi kemungkinan yang menarik masyarakat untuk memilihnya.
“Spesial untuk Acep Jamhuri, jauh sebelum menjadi Sekda, dia sudah populer sebagai Cabup Karawang. Bahkan lebih senior daripada Cellica. Jejak rekam Acep Jamhuri sudah lama, sejak dari tahun 2005 namanya sudah populer sebagai Calon Bupati Karawang. Maka jangan salahkan publik jika punya mindset seperti itu,” terangnya.
“Mindset dapat diartikan sebagai suatu kumpulan pemikiran yang terbentuk sesuai dengan pengalaman dengan keyakinan sehingga dapat mempengaruhi perilaku atau cara berpikir seseorang dalam menentukan suatu sikap, pandangan hingga masa depan seseorang,” tambahnya.
Sejak dua tahun lalu, Heigel sebagai Pengamat Sosial Politik di Kabupaten Karawang sudah menganalisa Acep Jamhuri dan Gina Fadlia Swara akan maju di Pilkada 2024 dan memiliki elektabilitas yang tinggi dari masing-masing calon tersebut dibanding Cabup yang lain. Dan akhirnya Acep-Gina sudah resmi menjadi pasangan Calon Bupati/Wakil Bupati Karawang yang di tetapkan KPUD Karawang pada 22 September 2024.
Heigel pun telah menganalisa jajaran partai pendukung, dari analisa tersebut ketiga partai yang awalnya mendukung Aep Saepulloh, hanya Golkar yang meleset, Golkar banting stir yang tadinya mendukung Aep jadi mendukung Acep dan bergabung dengan Partai-partai koalisi seperti Gerindra, Demokrat, PAN dan juga didukung oleh partai-partai non parlemen seperti PSI, Hanura, partai Buruh, PBB, partai PKN, partai Ummat dan Gelora. Disisi lain Aep Saepuloh diusung oleh partai Nasdem, PKB, PKS, PDIP dan Perindo, Aep juga mengambil Calon Wakil Bupati Maslani dari Nasdem.
Artinya analisis Pengamat Sosial Politik, Heigel sejak dua tahun yang lalu menjadi kenyataan. Sekarang yang memiliki elektabilitas tertinggi hanya pada tiga nama tokoh di atas, yakni Acep Jamhuri, Gina Fadlia Swara dan Aep Saepuloh. Tapi bisakah disebut Aep Saepuloh melakukan salah pilih Wakil Bupatinya? Maslani tiba-tiba saja, ujug-ujug menjadi tokoh karbitan, sebab tidak pernah ada rekam jejaknya dalam percaturan politik atau birokrasi, dan tidak pernah memiliki elektabilitas tinggi dibanding tiga nama tokoh-tokoh di atas.
Menurut Heigel, sudah tepat dalam keterpilihan di ruang publik Masyarakat Karawang, Acep Jamhuri berpasangan dengan Gina Fadlia Swara, apalagi didukung penuh oleh para sesepuh tokoh politik senior Karawang, yakni Mantan Bupati Karawang, Dadang S Muchtar, Ade Swara dan Cellica Nurrachadiana, sekaligus Mantan Wakil Bupati Karawang, Ahmad Jimmy Zamakhsyari, plus kelebihan utamanya Paslon pilihan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI.
Pasangan Acep-Gina sudah memiliki elektabilitas yang tinggi jauh di atas Aep-Maslani. Juga Acep-Gina lebih berpengalaman dalam hal Penyelenggaraan Negara baik di Eksekutif (Acep) dan Legislatif (Gina) yang selama dua periode berturut-turut duduk di DPR Provinsi Jabar. Dalam kancah dunia perpolitikan di Kabupaten Karawang, Acep-Gina tak terbantahkan sangat populer baik di kalangan masyarakat luas dan para aktivis milenial mendukungnya. Hingga terproyeksikan di ruang Publik Karawang pasangan Acep-Gina populis pada umumnya.
“Diatas kertas Acep-Gina lebih unggul dari Aep-Maslani dalam pemilihan umum secara langsung yang akan di gelar 27 November 2024 mendatang,” pungkas Heigel. (rls/red)

You may like

Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji

DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya

Fokus Pembangunan Daerah, DPRD Karawang Sepakati Rancangan KUA-PPAS 2027

PHE ONWJ Pasok 92 Ribu Liter Air Bersih untuk Belasan Desa Kekeringan di Karawang

Tegaskan Semua Layanan Gratis, Disnakertrans Karawang Ajak Warga Manfaatkan Fasilitas Resmi

Tata Kelola Lingkungan Karawang Memprihatinkan, Ghazali Center Indonesia Ajukan Izin RTH ke BBWS Citarum
Pos-pos Terbaru
- Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji
- DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya
- Fokus Pembangunan Daerah, DPRD Karawang Sepakati Rancangan KUA-PPAS 2027
- PHE ONWJ Pasok 92 Ribu Liter Air Bersih untuk Belasan Desa Kekeringan di Karawang
- Tegaskan Semua Layanan Gratis, Disnakertrans Karawang Ajak Warga Manfaatkan Fasilitas Resmi







