Nasional
Kemenparekraf Akan Kembangkan Pariwisata Berbasis Alam di Jawa Barat
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan mengembangkan pariwisata berbasis alam di Jawa Barat dengan konsep kultural dan ecotourism. Pesona alam Jawa Barat dinilai berpotensi menjadi modal untuk menjadi destinasi wisata bertaraf nasional atau internasional.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno mengatakan, Provinsi Jawa Barat memiliki potensi wisata kultural yang dapat dipadukan dengan keindahan alam. Untuk itu, pihaknya akan memperbaiki titik akses ke sejumlah lokasi wisata.
“Kami akan berkoordinasi dengan Pak Gubernur (Jawa Barat), Kementerian PUPR, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, dan Kementerian BUMN. Karena banyak titik wisata (di Jawa Barat) yang ada di bawah penguasaan BUMN sebagai aset-aset milik negara,” kata Sandiaga dalam pembukaan “Jabar Culture and Tourism Festival” yang disiarkan secara daring, pada Minggu (21/3).
Sandi melanjutkan, Kemenparekraf tengah menyelesaikan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan Kementerian BUMN. Harapannya, potensi-potensi pariwisata yang ada di seluruh Jawa Barat bisa segera dikembangkan.
Sandi menuturkan, pihaknya akan memulai pengembangan dan pembangunan destinasi-destinasi wisata di Jawa Barat yang terbengkalai. Nantinya, destinasi-destinasi ini akan menjadi destinasi yang bertaraf nasional dan internasional.
Selain itu, ia juga mengungkapkan Kemenparekraf akan mengembangkan tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) di Jawa Barat sebagai upaya memulihkan ekonomi nasional dan mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa Barat.
“Salah satu dari tiga KEK yang telah berhasil kita dorong dengan kemajuan yang signifikan, yaitu Lido. Kami akan mengembangkan KEK di Cikidang, Sukabumi, serta Pangandaran,” ujarnya.
Selain itu, Kemenparekraf akan mengembangkan desa wisata di Jawa Barat. Hal ini berkaca dari meningkatnya kunjungan wisatawan ke Desa Wisata Batulayang, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.
“Di Jawa Barat ada 10 desa wisata unggulan. Itu nanti akan kita kolaborasikan dengan pihak-pihak terkait untuk dikembangkan,” katanya.
Pengembangan tetap akan memperhatikan protokol kesehatan berbasis CHSE (cleanliness, health, safety, and environment sustainability). Menurut Sandi, penanggulangan angka penyebaran covid-19 menjadi kunci pemulihan sector pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Kunci dari pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah penanggulangan angka penyebaran covid-19. Oleh karena itu, mari kita terapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan ketat,” pungkasnya. (*)

You may like

Perkuat Ekonomi Sirkular, Pindo Deli Karawang Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah dari Masyarakat hingga Industri

Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City

Pemerintah Pusat dan Daerah Gelar Rakor Mitigasi Bencana di Karawang

Ajak Warga Karawang Pelunasan PBB-P2 Sebelum 30 September, Bapenda Beberkan Manfaatnya

Trailer Menabrak Pohon di Jalan Raya Badami, Sopir Dilarikan ke RSUD Karawang

Satlantas Polresta Karawang Atur Lalu Lintas Guna Cegah Kemacetan Lalu Lintas di Ruas Jalan Raya Utama
Pos-pos Terbaru
- Perkuat Ekonomi Sirkular, Pindo Deli Karawang Bangun Kolaborasi Pengelolaan Sampah dari Masyarakat hingga Industri
- Benahi Ekosistem Otomotif Sumsel, Fariz Montesz Gandeng Arief Purnomo Maju Bursa Ketua IMI Sumsel
- Menyala! Sekda Karawang Dipercaya Bicara Transformasi Layanan Publik di Forum Jakarta Smart City
- Pemerintah Pusat dan Daerah Gelar Rakor Mitigasi Bencana di Karawang
- Ajak Warga Karawang Pelunasan PBB-P2 Sebelum 30 September, Bapenda Beberkan Manfaatnya







