Connect with us

Regional

Kelas Kabin Unsika 2 Resmi Digunakan Tempat Belajar Mahasiswa

Published

on

KARAWANG – Jadi satu satunya dan yang pertama di Karawang, kelas kabin di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) mulai berfungsi sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM) mahasiswa pada Senin, 14 April 2025.

Kelas kabin ini sebelumnya sempat viral dan menuai kontroversi lantaran bahannya berasal dari kontainer bekas dengan pagu anggaran 6,4 milyar. Namun terbukti, kelas tersebut layak dan nyaman untuk digunakan.

Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang, Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H, M.Sc menyampaikan, kelas kabin ini memang cukup menjadi perhatian publik sejak pengadaannya pada akhir tahun 2024.

Di tahun 2025 ini, pihaknya berhasil menyulap puluhan kontainer menjadi 36 ruang kelas (lengkap dengan fasilitas KBM), 2 toilet, 1 kantin dan gudang.

“Saat ini kita melihat sesungguhnya, interiornya, kabin itu hanya kemasan (luar) dalamnya tidak berbeda dengan kelas konvensional, fasilitasnya juga sama,” ungkap rektor kepada awak media.

Ade mengulas, adanya kelas kabin ini berangkat dari kekurangan ruang kelas. “Sejak 2014 sampai sekarang belum ada pengadaan baru untuk ruang kelas,” katanya.

Belum lagi, lanjut Ade, jumlah mahasiswa di Unsika terus bertambah lantaran tidak semua mahasiswa berhasil lulus kuliah tepat waktu (4 tahun).

Karena kondisi tersebut, kelas kabin dinilai menjadi salah satu solusi kreatif dan efisien untuk mengatasi kekurangan ruang kelas di Universitas Singaperbangsa.

“Karena kalau nunggu pembangunan jalur normal konvensional, belum tentu bisa dieksekusi secara cepat,” katanya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Indra Budiman menambahkan, saat ini ada 3 fakultas yang menggunakan kelas kabin sebagai kelas sementara.

“Fakultas Kesehatan, Fakultas Pertanian dan Fakultas Tehnik. Satu kabin menampung 30 mahasiswa, mereka lama belajar di kelas kabin ini 3 SKS atau 2 jam setengah,” terangnya.

Jika nanti kelas konvensional sudah ada, kata Indra, maka kelas kabin ini bisa digunakan untuk kegiatan kemahasiswaan seperti organisasi mahasiswa (ormawa).

Mahasiswa Fakultas Kesehatan Program Studi Kebidanan, Devisca mengaku senang dengan suasana kelas baru. Menurutnya, kelas belajar di kelas kabin tetap efektif karena seluruh fasilitas memadai.

“Suasana baru, beda dari kelas yang ada di dalem. Dari luar terlihat pengap, tapi ternyata pas masuk enggak, ada AC jadi adem,” ungkapnya.

Mahasiswa lainnya, Retno Cahya dari Prodi Kebidanan juga menyampaikan pendapatnya, menurut Ratna kelas kabin ini sangat menarik dan unik, sehingga wajar jika menjadi perhatian publik.

Ia berharap, kelas ini betul-betul kedap suara ketika hujan, sehingga suara air yang menghantam kabin tidak menggangu pembelajaran.

“Happy sih karena dapet suasana baru, kita sekarang lagi adaptasi ke tempat baru. Ini pertama kalinya, kita mau ekplor juga habis ini keliling lihat-lihat semua ruang kabin yang ada,” tutupnya.(adv)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement