Connect with us

Regional

Karawang Terperosok ke Zona Merah, Disdikpora Asyik Berkegiatan Keluar Kota

Published

on

Komisi IV DPRD: “Kami Tentu Sangat Kecewa Dengan Disdikpora”

KARAWANG – Jumlah terkonfirmasi Covid-19 yang terus meningkat membuat Kabupaten Karawang terperosok ke zona merah. Sehingga membuat Pemerintah Daerah fokus ingin segera keluar dari zona tersebut, mulai dari rencana Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM) sampai dengan mengatur libur akhir tahun seraya menghimbau agar masyarakat tidak keluar kota.

Namun, disaat Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang memikirkan rencana teknis untuk segera keluar dari zona beresiko tinggi Covid-19, disaat itu pula Disdikpora justeru lebih asyik berkegiatan keluar kota. Terbukti dengan melaksanakan dua kali Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di salah satu hotel ternama di Lembang-Bandung. Bahkan tiga kegiatan Disdikpora itu dilakukan dalam satu bulan sekaligus, di bulan desember dan di tempat yang sama.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Indriyani, ST. MH. mengatakan, pihaknya sangat kecewa dengan agenda kegiatan Disdikpora yang dilakukan di luar kota. Pasalnya, dengan kondisi terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Karawang yang terus meningkat, seharusnya semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau lembaga apapun itu, bisa menahan untuk tidak melakukan kegiatan kedinasan di luar kota.

“Jika memang perlu dilakukan jarak jauh ataupun ketika perlu pemateri yang mungkin harus datang, itu kan bisa dilakukan dengan cara virtual, tidak harus bertatap muka. Apalagi Disdikpora harus menjadi contoh dalam kondisi kita saat ini, para siswa dan para guru saja melakukan proses pendidikan melalui daring,” ujarnya kepada INFOKA, Selasa (15/12).

Indriyani menambahkan, ketika Disdikpora dianggap tidak memberi contoh kepada masyarakat, pihaknya tetap berharap menjelang kondisi libur akhir tahun, masyarakat tetap menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan di luar kota, terlebih belum terbebas dari zona merah penyebaran Covid-19. Bahkan, menurut informasi Dinas Kesehatan (Dinkes), Fasilitas Kesehatan (Faskes) di Kabupaten Karawang, rumah sakit rujukan Pasien Covid-19 sudah penuh sehingga bekerjasama dengan hotel.

“Berharap kepada semua, agar bisa bekerjasama dan bergotong royong, baik itu instansi, lembaga maupun seluruh lapisan masyarakat, untuk bisa menahan atau mengurangi kegiatan di luar Kabupaten Karawang. Jika memang benar-benar dibutuhkan, banyak cara alteranatif seperti virtual, karena kita harus menjadi contoh dan garda terdepan untuk bisa menekan pertambahan terkonfrimasi Covid-19,” pungkasnya. (red)