Connect with us

Regional

Jumlah PSK di Purwakarta Capai 600 Orang, Ini Penyebabnya

Published

on

INFOKA.ID – Jumlah Pekerja seks komersial (PSK) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, terus bertambah sejak tahun 2017.

Berdasarkan data dari Yayasan Resik Purwakarta, hingga November 2022 tercatat ada 600 PSK atau wanita pekerja seks (WPS) yang beroperasi di sejumlah wilayah di Kabupaten Purwakarta. Diperkirakan sampai akhir Februari 2023 jumlahnya sudah lebih dari 600 orang.

Dari hasil mapping Yayasan Resik bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, pada September 2022 silam, terdata ada sekitar 600 wanita yang bekerja sebagai WPS atau PSK. “Sedangkan mapping Yayasan Resik pada 2017 itu ada sekitar 300 wanita yang menjadi PSK di Kabupaten Purwakarta,” kata Ketua Yayasan Resik Purwakarta, Hasan, Jumat (17/2/2023).

Ia mengungkapkan, 600 PSK yang beroperasi tidak semuanya asli warga Kabupaten Purwakarta. Menurutnya, ada juga warga dari Kabupaten Karawang, Subang, dan bahkan Bandung.

Hasan mengatakan, PSK di Kabupaten Purwakarta ini tersebar dari wilayah Bungursari, Kecamatan Purwakarta, hingga ujung Kabupaten Purwakarta, yakni Bojong.

“Jadi mereka itu tersebar. Ada yang mangkal di tempat lokalisasi ada yang secara online. Tapi saat ini kebanyakan bertransaksi online melalui aplikasi,” katanya.

Berdasarkan hasil mapping, kebanyakan wanita yang memilih jadi PSK itu lantaran faktor ekonomi, tidak punya skill, latar pendidikan yang rendah dan merupakan korban perceraian.

Dia mengatakan, dari 600 PSK yang ada di Purwakarta, ada tujuh orang yang terjangkit HIV-AIDS.

“Berbagai faktor yang menyebabkan mereka untuk terjerumus jadi PSK. Setelah dilakukan pengecekan dari 600 wanita yang menjadi PSK itu ada sekitar 7 orang terjangkit HIV-AIDS hingga 2023 ini,” pungkas Hasan. (*)