Nasional
Jokowi Dorong Penguatan Persatuan Menuju Keketuaan ASEAN 2023
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Presiden Joko Widodo menegaskan betapa krusialnya kesatuan dan sentralitas ASEAN. Hal itu disampaikan Jokowi saat hadir dalam Pertemuan Pleno KTT ASEAN ke-40 di Phnom Penh, Kamboja.
Jokowi menekankan upaya maksimal negara anggota dalam mengupayakan hal tersebut.
Didampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Jokowi mengatakan bahwa ada 2 tantangan berat yang menghadang ASEAN.
Jokowi mengatakan, tantangan pertama adalah rivalitas kekuatan besar yang semakin tajam. Hal ini mendorong kesigapan ASEAN supaya tetap relevan terhadap piagam ASEAN.
Tantangan kedua, Jokowi mendorong negara anggota ASEAN supaya secepatnya memutus krisis di Myanmar.
“Semua tantangan ini hanya dapat dihadapi bila ASEAN bersatu dan kuat. Pertanyaannya apakah kita masing-masing sudah berupaya maksimal mungkin untuk memelihara kesatuan dan sentralitas ASEAN?” kata Jokowi dalam keterangan tertulis dikutip Pikiran-Rakyat.com, Jumat (11/11/2022).
“Saya tidak ingin kesatuan dan sentralitas ASEAN hanya jadi mantra kosong,” lanjut Jokowi
Sementara itu, Jokowi mengingatkan untuk para pemimpin ASEAN, supaya selalu optimal menjaga kesatuan dan sentralitas ASEAN secara konkret. Menurutnya, kedua hal tersebut memiliki nilai pengaruh yang signifikan terhadap relevansi dan kredibilitas ASEAN.
Dalam sesi pleno, Jokowi melanjutkan, terdapat tiga poin penting untuk memenuhi rencana besar ASEAN tersebut.
Jokowi mendorong agar Piagam ASEAN dijalankan utuh, mendorong penguatan kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN, dan penguatan peran ASEAN dalam mewujudkan kawasan yang tangguh.
Jokowi lantas mengajak agar pemimpin ASEAN saling bekerja sama membuktikan kepada dunia bahwa ASEAN relevan dan berdaya.
“Tetap menjadi jangkar stabilitas kawasan dan tetap menjadi pusat pertumbuhan kawasan dan dunia. ASEAN matters, epicentrum of growth,” ucap dia.
Di sisi lain, Menko Airlangga Hartarto menguraikan isu prioritas terkait pangan, energi, kesehatan, dan keuangan.
Isu ini dibahas dalam Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN melalui payung ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF).
Ke depan kerangka tersebut akan diperluas cakupannya sehingga tetap relevan dalam menghadapi tantangan global, yang akan ditindaklanjuti pada Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023. (*)
Sumber: Pikiran-Rakyat.com

You may like

Presiden Jokowi Berkantor Selama 40 Hari di IKN hingga 19 Oktober

Harga Obat di Indonesia Mahal 400%, Ini Arahan Jokowi ke Kepala BPOM

Jokowi Akan Reshuffle Kabinet Hari Ini

Pertama Kali, Presiden Jokowi Pimpin Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi HUT Ke-79 RI di IKN

Regulasi Investasi di OIKN Rampung, Pemerintah Kebut Tarik Investor Asing

Jokowi: Pilkada 2024 Bakal Berjalan Lancar dan Adil
Pos-pos Terbaru
- Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Imigrasi Karawang Gelar Layanan Paspor Simpatik
- Satreskrim Polres Karawang Tangani Dugaan Penipuan Lowongan Kerja
- Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Karawang Siap Pasok Hasil Panen untuk Makan Bergizi Gratis
- Bapenda Karawang Permudah Pembayaran PBB-P2 Secara Digitalisasi
- Ketua DPRD Karawang Dorong Percepatan Perbaikan Infrastruktur Jalan







