Nasional
Jelang Operasional, KCIC Lakukan Beragam Sosialisasi ke Masyarakat
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
JAKARTA – Persiapan operasional Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus dilakukan dari berbagai sisi. Selain uji coba sarana dan prasarana, sosialisasi untuk masyarakat juga dilakukan KCIC melalui berbagai media informasi.
Salah satu sosialisasi yang dilakukan yakni mengajak masyarakat untuk turut serta bekerjasama mewujudkan keselamatan dan keamanan perjalanan Kereta Cepat baik pada masa uji coba ataupun saat mulai beroperasi melayani penumpang. Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di jalur Kereta Cepat karena sangat berbahaya.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa dalam keterangannya pada Minggu (23/7/2023) mengatakan, meski sepanjang jalur Kereta Cepat sudah diberi pagar dan kawat berduri, masyarakat tetap diminta untuk ikut menjaga sarana dan prasarana yang merupakan Proyek Strategis Nasional ini.
Jalur Kereta Cepat sendiri membentang dari Halim hingga ke Tegalluar sepanjang 142,3 km baik secara subgrade, elevated, tunnel, dan bridge.
Untuk operasional, jalur Kereta Cepat dialiri arus listrik sebesar 27,5 KV yang akan menjadi sumber penggerak melalui media pantograf yang terdapat dibagian atas kereta.
Pantograf tersebut akan terhubung dengan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) atau Overhead Catenary System (OCS). Semakin tinggi laju Kereta Cepat maka semakin besar kebutuhan keterhubungan yang mulus antara pantograf dan LAA.
Adapun saat beroperasi nanti Kereta Cepat memiliki kecepatan sangat tinggi yaitu hingga 350 km/h. Sehingga perlu dihindari benda asing yang berpotensi mengganggu dan membahayakan operasional KA agar tidak bersinggungan dengan prasarana Kereta Cepat.
Pada kasus ringan, jika terjadi gangguan dari benda asing pantograf dapat rusak dan Kereta Cepat berhenti. Pada kasus yang lebih serius, dapat menyebabkan putusnya kabel LAA dan pemadaman listrik, yang mana hal tersebut dapat mengganggu keseluruhan operasional perjalanan Kereta Cepat.
Benda asing pada LAA dapat dikategorikan berdasarkan jenis materi menjadi benda penghantar dan benda isolator. Benda penghantar meliputi bahan seperti kertas timah dan tali layang yang mengandung kawat logam.
Benda-benda ini, ketika tergantung pada saluran listrik, dengan mudah dapat menyebabkan korsleting dan pemutusan sirkuit. Benda isolator seperti kain plastik dan layang-layang, ketika terkena angin kencang, sangat mudah terjerat pada LAA dan menyebabkan kerusakan pada pantograf.
Sebelumnya, sejak dilakukan pengujian Kereta Cepat Jakarta-Bandung, telah terjadi beberapa kali insiden benda asing tergantung pada LAA, terutama di area antara Stasiun Padalarang hingga Stasiun Tegalluar, di mana banyak masyarakat yang bermain layang-layang di dekat jalur kereta api cepat.
Akibatnya, terdapat sejumlah kejadian layang-layang terjebak pada LAA yang mengganggu proses pengujian.
Sebagai upaya pencegahan maka sosialisasi agar jalur tetap steril terus dilakukan. Masyarakat dihimbau agar tidak melakukan sejumlah hal yang berpotensi membahayakan keselamatan dan keamanan bersama, seperti salah satunya himbauan untuk tidak bermain layang-layang bagi warga masyarakat yang tinggal disekitar jalur karena benang dan layangannya berpotensi mengganggu kelistrikan jika tersangkut pada bagian jaringan LAA.
Selain itu masyarakat juga diminta untuk tidak masuk ke jalur Kereta Cepat dengan melewati pagar pembatas karena sangat berbahaya.
Sosialisasi dilakukan dalam berbagai cara mulai dari secara langsung mendatangi area pemukiman warga dan memasang materi sosialisasi berupa poster ataupun spanduk terkait sejumlah hal yang dapat membahayakan perjalanan KAereta Cepat serta masyarakat.
Melalui kordinasi dengan TNI Polri sosialisasi juga dilakukan untuk mewujudkan keselamatan dan keamanan bersama, sekitar 500 personil TNI Polri turut membantu melakukan sosialisasi kepada masyarakat disejumlah wilayah.
KCIC sangat mengapresiasi kolaborasi dari TNI POLRI yang telah ikut serta berupaya memberikan pemahaman ke seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui sosialisasi yang dilakukan, diharapkan seluruh masyarakat dapat ikut berperan aktif dalam menjaga keselamatan dirinya maupun orang lain disekitar jalur Kereta Cepat.” tutup Eva. (red)


You may like

KCIC Targetkan Stasiun Kereta Cepat Karawang Beroperasi Awal 2025

KCIC: Stasiun Karawang Beroperasi pada 2025

KCIC: Pengoperasian Stasiun Kereta Cepat Karawang Tunggu Pembangunan Akses Tol

Manajemen KCIC Tambah Jadwal Kereta Cepat Whoosh

Bakal Dibangun Akses Tol di Stasiun Kereta Cepat Karawang dan Tegalluar

KCIC Sebut Pembangunan Stasiun Karawang Capai 99 Persen
Pos-pos Terbaru
- AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu
- Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama
- Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi
- Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara
- Dari Pos Ronda Menuju Podium Juara: Misi Keramat Orado Palembang Di Kejurprov I Sumsel




