Regional
Jawa Barat Kekurangan Petani Produktif
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Jawa Barat kehilangan 100.000 pertani produktif. Salah satu faktor penyebabnya adalah berkurangnya lahan karena alih fungsi lahan sehingga para petani memilih untuk beralih profesi.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat Ahmad Hidayat di Bandung, Senin (2/8/2021).
“Kurang lebih sekitar 100.000 petani di Jawa Barat ini hilang, ada yang meninggal, ada yang lahannya alih fungsi atau ada juga yang beralih profesi,” katanya, dikutip dari Antara.
Menurut dia, jika hal tersebut tidak diantisipasi oleh Pemprov Jabar maka ke depannya Jawa Barat akan menghadapi kelangkaan petani. Untuk itu, hadirnya Program Petani Milenial yang digagas oleh Pemprov Jabar bisa menjadi salah satu solusi regenerasi petani di provinsi itu.
Tujuannya, dari petani milenial tersebut selain regenerisasi juga untuk ketahanan pangan.
“Kami dari Komisi II bersama-sama pemerintah provinsi perlu bekerja ekstra, karena memang menciptakan petani tinggal di desa tapi rezeki kota, itu bukan perkara mudah, ada kendala-kendala lahan dan sebagainya,” kata Ahmad.
Sementara itu, terkait dengan peresmian Program Petani Milenial Tanaman Hias oleh Pemprov Jabar beberapa waktu lalu, Ahmad menilai program tersebut dilakukan untuk mengejar keterbatasan lahan yang selama ini menjadi kendala.
“Lahan 2.000 meter bisa menghasilkan penghasilan Rp 4 juta sebulan bagi petani. Saya kira programnya sudah cukup baik untuk awal. Ke depan kita perlu perbaiki bersama-sama,” ujarnya.
Ia menegaskan regenerasi petani menjadi target utama untuk kembali meningkatkan ketahanan pangan di Jawa Barat. “Sekarang kita targetnya meregenerasi petani dulu, membentuk mental petani. Karena berbicara bisnis di pertanian sulit, tidak mudah, dapat uangnya susah, banyak tantangannya, setelah itu kita kejar ke target untuk ketahanan pangannya,” kata dia.
Dengan demikian, ia menerangkan bahwa komoditas yang harus di dorong bukan lagi tanaman hias tapi komoditas yang bisa dimakan. (*)

You may like

Cemburu Buta, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar hingga Tewas di Kontrakan

Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa

Lewat Pasporia, Imigrasi Karawang Buka Layanan Paspor di Akhir Pekan

Kapolresta Karawang Tegaskan Larangan Vape: Polres, Polsek, hingga Pospol Harus Steril

Fondasi Indonesia Emas 2045, Cellica Nurrachadiana Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga dari Tingkat Desa

Dari Hunian Terjangkau Menuju Kota Yang Hidup, HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit
Pos-pos Terbaru
- Cemburu Buta, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar hingga Tewas di Kontrakan
- Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa
- Lewat Pasporia, Imigrasi Karawang Buka Layanan Paspor di Akhir Pekan
- Kapolresta Karawang Tegaskan Larangan Vape: Polres, Polsek, hingga Pospol Harus Steril
- Fondasi Indonesia Emas 2045, Cellica Nurrachadiana Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga dari Tingkat Desa






