Regional
Isu Tikus Siluman Merebak Paska Fenomena Ratusan Tikus Berkeliaran ke area Perkampungan dan Perkotaan di Karawang
Published
2 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG– Mayoritas petani di wilayah utara Kabupaten Karawang masih mempercayai mitos terkait hama tikus. Mereka meyakini tikus sebagai jelmaan dari prajurit Penguasa Laut Selatan Nyi Roro Kidul.
Akibatnya, petani cenderung membiarkan hama tikus padahal pemangsa alami tikus semakin habis akibat perburuan. Petani di wilayah Utara Karawang rata-rata mengaku masih percaya bahwa tikus-tikus tersebut berasal dari laut selatan.
Menurutnya, tikus bermunculan bersamaan dengan pecahnya buih laut di pagi hari. Pada waktu-waktu tertentu, petani bahkan masih memberikan sesaji berupa nasi tiwul bagi tikus yang akrab disebut “Den Baguse” ini.
Namun dalam beberapa hari belakangan, fenpmena munculnya ratusan tikus di area perkampungan maupun perkotaan menjadi perbincangan hangat, pasalnya baru kali ini ratusan tikus keluar dari sarangnya dan berkeliaran di area perkampungan hingga perkotaan.
Salah seorang petani Desa Sumurlaban, Ogem mengatakan tidak terlalu termakan isu tikus siluman yang memang banyak dipercaya sebagian warga.
Menurutnya, kejadian banyaknya tikus keluar sarang dan berkeliaran dikarenakan sarang tikus tergenang air pasca hujan yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
“Para petani di Desa Sumurlaban sudah biasa melihat banyaknya tikus terutama Di area persawahan dan kami menggunakan cara Kalagumarang untuk memberantas hama tikus, ” kata Ogem.
Terpisah, Sekretaris Desa Gempolkarya Kecamatan Tirtajaya, Aco Darso juga setuju jika fenomena ratusan tikus yang berkeliaran lantaran sarang yang terendam air.
” Iya kang kalau kita mau berbicara soal tikis. Disini diwilayah Desa Gempolkarya juga mungkin jumlahnya banyak. Hanya saja tidak bisa terlihat oleh mata kepala kita karena adanya didalam lubang. Padahal sekarang belum saat nya petani menanam padi disawah. Mungkin hama padi yang berjenis tikus itu keluar dari lubangnya. Karena waktu malam itu sekitaran jam 1 malam turun hujan lebat. Dampak dari turunnya hujan lebat sehingga air hujan masuk kelubang tikus tersebut. Ahirnya hama tikus keluar berhamburan mencari daratan yang lebih tinggi yaitu ke Mesjid. Intinya, harapan saya kepada para petani jangan panik itu hanya tikus biasa, “Pungkasnya. (Mio)

You may like

Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara

Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan

Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan

Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji

DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya

Fokus Pembangunan Daerah, DPRD Karawang Sepakati Rancangan KUA-PPAS 2027
Pos-pos Terbaru
- Pimpinan Baru MBC Palembang Chapter: Tri Martono Siap Gebrak Lewat Solidaritas, Aksi Sosial, dan Disiplin Berkendara
- Bupati Instruksikan Clean Up, Pesisir Karawang yang Tercemar Limbah Mulai Dibersihkan
- Penanganan Limbah Hitam di Cibuaya: Jalur Hukum Menunggu Hasil Lab, Pembersihan Pantai Tetap Berjalan
- Tabligh Akbar UNSIKA Berhaji, Dosen dan Mahasiswa Diajak Mulai Persiapkan Tabungan Haji
- DPRD Karawang Kawal Penanganan Ceceran Minyak Pantai Tanjungpakis dan Cemarajaya







