Regional
Ihsanudin: Orang Sakit Itu Harus Dibantu Bukan Dikucilkan
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
BANDUNG – Isolasi mandiri (isoman) dinilai menjadi solusi bagi pasien Covid-19 yang tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid) di tengah keterbatasan ketersediaan rumah sakit. Namun, bukan berarti mereka yang memilih isoman dibiarkan tanpa penanganan sama sekali. Jangan biarkan mereka menanggung beban ganda, melawan penyakit dan ditelantarkan.
“Seperti yang saya pantau selama ini di beberapa daerah. Banyak kejadian dan kekeliruan dalam penanganan pasien isoman,” ungkap Ihsanudin, anggota DPRD Jabar dari daerah pemilihan Kabupaten Karawang dan Purwakarta ini, Kamis (8/7/2021).
Melalui Dinkes Jabar dan Dinkes Kabupaten/Kota dan rumah sakit agar meningkatkan pengawasan terhadap pasien yang melakukan isoman dalam pelayanan mediknya. Sementara Pemda harus turun juga untuk mengawasi kebutuhan logistiknya.
“Dinkes dan rumah sakit harus melakukan pengecekan langsung secara berkala terhadap masyarakat yang melakukan isoman dan memberikan kemudahan akses pengobatan bagi mereka. Harus dengan prosedur dan obat-obatan yang tepat serta pemantauan dokter atau tenaga kesehatan”, kata Ihsanudin.
Ihsan juga mendorong Dinkes bersama pihak RS berkoordinasi dengan RT/RW untuk memastikan dan menggencarkan sosialisasi. Terutama mengenai prosedur penanganan dan pengobatan yang tepat bagi masyarakat yang melakukan isolasi mandiri.
Dengan begitu, masyarakat yang melakukan isolasi mandiri dapat mengikuti seluruh arahan tersebut secara optimal.
Hal ini mengingat masyarakat yang terpapar virus corona tidak dapat tinggal berdampingan dengan keluarga ataupun berkomunikasi secara langsung dengan orang lain.
“Ini guna mencegah terjadinya kekeliruan penanganan apabila dilakukan tanpa arahan nakes,” ujarnya lagi.
Pada bagian lain Ihsanudin memaparkan, hal yang menyedihkan terjadi di keluarga yang melakukan isoman. Karena ketakutan masyarakat justru memperlakukan pasien isoman tidak manusiawi.
“Disinilah problemnya, jangan sampai rasa takut tertular menghilangkan rasa kemanusian kita. Orang sakit itu harus dibantu bukan dikucilkan. Penyakitanya kita tangani dan orangnya dibantu. Itu yang benar. Karenanya hilangkan rasa takut yang berlebihan dengan prokes yang benar kita bisa membantu saudara kita yang melakukan pengobatan mandiri. Ayo kita belajar agar tidak dihantui ketakutan,” ajak Ihsanudin.
Ihsanudin juga menghimbau jangan ada pihak yang sengaja menyebarkan rasa takut. Jangan mudah percaya berita bohong dan hoax soal pandemi.
“Kita harus belajar untuk menolong orang. Bangsa ini kuat, dan kita harus bangkit,” ungkapnya. (red)

You may like

Oland PH Sibarani Serahkan Berkas Pencalonan Ketua DK PWI Jawa Barat, Kantongi Ratusan Dukungan

PT Permata Buana Putra Gugat Media Online Sebar Fitnah, Dirut: Kami Taat Aturan

Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat Membuka Rakerwil FK-PKBM Provinsi Jawa Tahun 2026

Dukungan, Apresiasi dari DPRD Jabar & DPRD Karawang untuk Penataan Desa Wisata Karangjaya oleh Dinas PUPR Karawang

TKD Karawang Dipangkas Rp 700 M Lebih, DPRD Jabar Dorong Bupati Lobi Kemenkeu

UMKM Lapas Jabar Bersinar: Produk Sabut Kelapa Diekspor ke 4 Negara
Pos-pos Terbaru
- Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi Mundur dari Ketum Partai Ummat
- Pemuda Pancasila Siap Dukung & Sukseskan Musda Partai Golkar
- Bukan dari PHE ONWJ, Hasil Labfor Ungkap Ceceran Minyak di Pesisir Karawang Tak Identik
- Pemkab Karawang Luncurkan Program Serap Naker Warga Desil 1 – 3
- Paska Pelantikan, Pisah Sambut Kepala KUA Telagasari Berlangsung Khidmat







