Connect with us

Regional

Hadapi Musim Kemarau Ekstrem, Bupati Purwakarta Minta Semua Sumber Daya Air Dioptimalkan

Published

on

INFOKA.ID – Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika telah memerintahkan dinas terkait untuk mengoptimalkan berbagai infrastruktur sumber daya air untuk mengantisipasi potensi bencana dampak dari El Nino.

Secara khusus, Anne meminta para camat dan kepala desa di seluruh Purwakarta untuk memaksimalkan infrastruktur sumber daya air seperti waduk, emung, kolam retensi dan penyimpanan air buatan lainnya.

Anne juga meminta agar para camat menjaga ketahanan pangan, meningkatkan peran relawan Destana mau pun Redkar di semua desa dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana.

“Saya minta mereka berkoordinasi dan berkolaborasi dengan semua pemangku kepentingan terkait. Para relawan juga harus meningkatkan kesiapsiagaannya dalam menghadapi semua potensi bencana,” katanya, Senin (26/6/2023).

Langkah menyiagakan para relawan dan seluruh jajaran Pemkab Purwakarta itu menindaklanjuti langkah sebelumnya yang telah di instruksikan Bupati Anne dalam memanfaatkan infrastruktur sumber daya air.

Sebelumya, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika meminta puluhan embung yang tersebar diseluruh Purwakarta untuk dioptimalkan membantu para petani menghadapi musim kemarau.

Permintaan orang nomor satu di Purwakarta itu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kelangkaan air bagi lahan pertanian selama musim kemarau yang diperkirakan akan berkepanjangan dampak dari fenomena alam El Nino.

“Dampak buruk dari El Nino adalah terjadinya kekeringan yang berkepanjangan sehingga mengurangi ketersediaan air untuk pertanian. Kita punya puluhan embung yang bisa dioptimalkan mengantisipasi kelangkaan air pertanian tersebut,” katanya.

Data dari Dinas Pangan Dan Pertanian (Dispangtan) Purwakarta menyebutkan, salah satu kabupaten penghasil manggis terbaik nasional itu memilki sebanyak 33 embung.

Embung-embung itu tersebar di 30 desa di sepuluh kecamatan meliputi Kecamatan Bojong, Darangdan, Wanayasa, Kiarapedes, Pondoksalam, Plered, Maniis, Pasawahan, Cibatu dan Kecamatan Campaka.

“Secara umum semua embung itu berfungsi sangat baik sebagai penampung air. Selama musim kemarau yang berat dampak El Nino nanti, embung-embung itu bisa dimanfatkan petani sebagai sumber air pertanian,” kata Anne.

Untuk langkah lainnya, Anne telah menginstruksikan jajaran Dispangtan Kabupaten Purwakarta, untuk bisa mengantisipasi dampak buruk dari potensi kekeringan parah akibat El Nino.

“Kita sudah meminta jajaran Dispangtan Purwakarta untuk menyiapkan solusi-solusinya sehingga dampak buruk dari El Nino bisa terhindarkan,” katanya.

Sementara Kepala Dispangtan Purwakarta Sri Jaya Midan menjelaskan, setiap embung mampu menyimpan cadangan air minimal 500 meter kubik.

Cadangan air setiap satu embung  itu, lanjut Midan, mampu membantu pengairan sawah sedikitnya 20 hektar.

“Dengan total 33 embung, maka sedikitnya 660 hektar sawah yang rawan kesulitan air bisa dibantu pengairannya,” kata Midan.

Embung merupakan bangunan konservasi air berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air limpahan atau air rembesan.

Embung akan menyimpan air di musim hujan, kemudian airnya dapat dimanfaatkan pada musim kemarau atau saat kekurangan air. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement