Connect with us

Regional

GYM Infinity Acuhkan Undangan Bapenda, Begini Tanggapan Komisi II DPRD Karawang

Published

on

KARAWANG – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Asep Dasuki menyayangkan sikap Owner Fitnes Infinity dan Ideal Bodi Gym (IBG). Bahkan pihak Gym elit tersebut menghiraukan dua kali undangan Bapenda Kabupaten Karawang.

Menurutnya, seharusnya pihak GYM Infinity lebih kooperatif terhadap undangan dari Pemerintah.

“Iya seharusnya pemilik objek potensi pajak tersebut lebih bisa menghargai dan kooperatif terhadap undangan Bapenda,” ujar Asda sapaan akrabnya kepada Infoka, Kamis (10/2/2022).

Lebih lanjut Asda mengatakan, upaya Bapenda dalam mendata potensi pajak harus dilakukan, dalam rangka menggali potensi – potensi pajak baru. Terlebih pada tahun 2022 target PAD meningkat hingga 1,143 trilliun rupiah.

“Upaya meningkatkan pendapatan tentunya Bapenda harus bekerja keras, upaya pendataan yang saat ini dilakukkannya adalah salah satu bagaimana mereka bisa meningkatkan pendapatan, untuk pembangunan Kabupaten Karawang,” katanya.

“Bukan hanya di sektor pajak hiburan saja, tapi meliputi PBB, BPHTB dan pajak daerah lainnya,” imbuhnya.

Kemudian Asda pun menyinggung terkait perizinan dari GYM Infinity dan IBG, apakah sudah memiliki IMB yang saat ini berubah jadi PBG atau belum.

“Terkait legal usahapun perlu diperhatikan, karena terkait perizinan juga menyumbang pendapatan, berupa retribusi dari IMB,” tegasnya.

Atas dasar tersebut, Asda meminta agar Owner Infinity dan IBG serta potensi objek pajak lainnya yang belum terdaftar, dapat mendaftarkan objek usahanya, sehingga kewajiban membayar pajak dapat terealisasi.

“Diharapkan agar semua dapat lebih kooperatif, melaporkan objek usahanya kepada Bapenda, sehingga bisa memenuhi kewajibannya terhadap negara dalam membayar pajak, karena ini demi pembangunan Kabupaten Karawang,” tandasnya.

Terpisah sebelumnya, dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bapenda Kabupaten Karawang tengah mendata sejumlah potensi pajak, salah satunya disektor hiburan.

Upaya tersebut menjadi program prioritas Bapenda, pasalnya adanya kenaikan target PAD pada tahun 2022, yang mencapai 1,143 triliun rupiah.

Kepala Bidang Pajak Lainnya Bapenda Kabupaten Karawang, Ajat Sudrajat mengatakan, sudah membidik sejumlah potensi pajak, salah satunya disektor hiburan.

“Didalam pendataan kami melihat ada dua Objek Pajak yang masuk kedalam pajakn hiburan, yakni GYM Infinity dan Ideal Body Gym (IBG), yang katanya satu owner,” terangnya.

Menindaklanjuti potensi tersebut, Ajat menambahkan, dari tahun 2021 pihaknya sudah mengundang Owner dua sarana kebugaran tersebut, agar mendaftarkan usahanya kepada Bapenda sehingga pajak bisa masuk PAD, tapi tidak pernah datang.

“Sudah dua kali kami undang, yakni pada tanggal 18 November dan 1 Desember, namun pemilik kedua tempat fitnes tersebut belum juga kunjung hadir memenuhi panggilan kami,” ungkapnya.

Mendapati kurangnya respon dari pihak Infinity dan IBG, Ajat sudah menjadwalkan untuk menurunkan tim datang kelokasi.

“Nanti kita turunkan tim untuk mendatangi dua lokasi usaha GYM itu,” katanya.

Ditanya jika setelah dua kali pemanggilan ini, pemilik Infiniti dan IBG tak juga kunjung hadir, Ajat menegaskan, Bapenda Kabupaten Karawang akan mendatangi langsung ke lokasi.

“Sudah kami layangkan undangan sebanyak dua kali, namun belum datang juga. Oleh karenanya Kasubid Pendataan kami akan langsung mendatangi lokasi,” jelasnya.

“Saat ini, Kita sedang menyiapkan dokumen apa saja untuk mendatangi tempat usaha kebugaran tersebut,” imbuhnya.

Atas hal itu Bapenda berharap, pemilik usaha tersebut dapat memenuhi undangan dan mendaftarkan operasional usahanya kepada Bapenda. Serta melaporkan omset atau pendapatannya, untuk diketahui berapa besaran pajaknya.

“Saat ini kita masih sedang melakukan pendaatan terkait objek usaha yang memiliki potensi pajak, dan jika secara persyaratan memenuhi maka kita undang untuk mendaftar sebagai wajib pajak. Dan selama objek pajak melakukan usaha disana ada kewajiban untuk membayar pajak,” pungkasnya.

Sementara salah satu pihak yang memiliki tanggungjawab atas GYM Infinity dan IBG, Jimmy saat dikonfirmasi dikantornya mengaku tidak ingin memberikan komentarnya.

“Kalau soal itu saya tidak bisa komentar, karena semenjak Covid-19 terjadi, mayoritas saham sudah berpindah tangan,” katanya. (cho)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement