Nasional
G20 Sepakat Berlakukan 2 Pilar Perpajakan Internasional Berlaku Mulai Tahun 2023
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dua pilar yang menjadi prinsip perpajakan internasional yaitu mengenai perpajakan di sektor digital dan global minimum taxation akan menjadi kebijakan yang efektif mulai 2023.
“Efektif pada tahun 2023 mendatang untuk pilar I dan pilar II telah disepakati untuk dijalankan,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Presidensi G20, Jumat (18/2/2022).
Sri Mulyani menjelaskan, dalam pelaksanaan Presidensi G20 kali ini, telah disepakati secara internasional terkait dua pilar mengenai mekanisme perpajakan, terutama yang menyangkut sektor digital yang bergerak secara global.
Pilar pertama adalah soal perpajakan di sektor digital, yang diakui Sri Mulyani telah menjadi salah satu isu yang penuh ketegangan saat dibahas di antara negara-negara G20 bahkan oleh negara-negara di seluruh dunia.
“Telah disepakati bagaimana mekanisme perpajakan terutama menyangkut sektor digital yang bergerak secara global,” ujar Sri Mulyani.
Kemudian pilar kedua menyangkut global minimum taxation untuk perusahaan yang bergerak antarnegara yang berpotensi terjadi praktik penghindaran pajak atau tax avoidance dan penggelapan pajak atau tax evasion.
Sri Mulyani berharap bahwa melalui global minimum taxation ini, nantinya semua negara akan sama-sama berupaya untuk mencegah dan memberantas potensi kecurangan pada sektor perpajakan internasional tersebut.
Ia menuturkan Presidensi G20 Indonesia menyepakati bahwa sesudah kedua pilar tersebut menjadi kebijakan efektif mulai 2023 maka akan dilakukan monitoring untuk pelaksanaannya.
Tak hanya itu, pasti banyak negara yang membutuhkan bantuan technical assistance mulai dari bangun legislasi atau aturannya untuk bisa menjalankan kesepakatan ini maupun dari sisi kapasitas dari Direktorat Jenderal Pajak mereka.
Oleh sebab itu G20 turut menyepakati adanya dukungan untuk penambahan atau peningkatan kapasitas bagi negara-negara berkembang yang membutuhkan bantuan dalam mengimplementasikan dua pilar itu.
G20 juga akan membuat berbagai langkah seperti simposium pada level menteri dalam rangka membahas capacity building dan pelaksanaan dari dari dua pilar secara konsisten. (*)

You may like

KTT G20 India Resmi Ditutup, Pemimpin Negara G20 Sepakati Deklarasi Pemimpin G20 New Delhi

Kemenkeu: Penerimaan Pajak per Mei 2023 Capai Rp 830,29 Triliun

Sri Mulyani Siapkan Anggaran Pemilu 2024 Mencakup Potensi Dua Putaran

Menkeu: Pemulihan Ekonomi Terjadi Merata di Seluruh Wilayah Indonesia

Sri Mulyani: Indonesia Akan Terus Tingkatkan Upaya Mendorong Pertumbuhan Inklusif, Berantas Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

Pemerintah Optimalkan APBN, Untuk Jaga Momentum Percepatan Ekonomi Nasional
Pos-pos Terbaru
- Komisi I DPRD Karawang Bahas Penguatan Pengawasan Perizinan THM, Dorong Pembentukan Satgas Perizinan
- Sharp Indonesia Ubah Langkah Pelari Menjadi 600 Pohon untuk Selamatkan Habitat Elang Jawa
- Kompak! Kades hingga Linmas di Amansari Karawang Gotong Royong Bangun Rumah Warga yang Nyaris Roboh
- Dua Anak Meninggal Dunia Akibat Tenggelam di Bekas Galian Empang, Polres Karawang Imbau Orang Tua Tingkatkan Pengawasan
- Kapolda Jabar Pimpin Rakor Kondusivitas Kawasan Industri di Karawang, Perkuat Sinergi Jaga Iklim Investasi Nasional







