Connect with us

Regional

DPKP Karawang: Kekeringan Lahan Persawahan Karena Ada Endapan Lumpur dan Sampah

Published

on

KARAWANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Karawang mengungkapkan sejumlah permasalahan yang menyebabkan kekeringan areal persawahan seluas 1.700 hektare di Kabupaten Karawang.

Salah satu penyebabnya adalah adanya pengendapan lumpur dan sampah sehingga menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah persawahan di Karawang.

Kepala DPKP Kabupaten Karawang, Asep Hadzar mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan survei ke beberapa persawahan di kecamatan Pakisjaya, Cibuaya, Purwasari dan Banyusari.

“Itu yang udah kita survei, udah kita identifikasi, salah satunya adalah pendangkalan di tersier. Ada pengendapan lumpur dan sampah,” ujarnya, Jumat (1/9/2023).

Asep mengatakan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya akan segera action (turun lapangan) kembali pada Minggu yang akan datang.

Ia memaparkan, perminggu ini tepatnya Kamis (31/8/2023) kemarin, DPKP sendiri telah melakukan koordinasi dengan beberapa OPD seperti BPBD, Bappeda, DPUPR, hingga aparatur desa.

“Tinggal action, koordinasi sudah. Kamis kita persiapan, kita juga rapat koordinasi dulu dengan aparat di desa, kecamatan terkait,” paparnya.

Adapun persawahan yang akan diatasi pada Minggu yang akan datang adalah Banyusari 600 hektare, Cibuaya 700 hektare, Pakisjaya 350 hektare dan Tempuran 50 hektare.

“Insyaallah Minggu depan kita action mengatasi dibeberapa wilayah. Tapi sebenernya ada juga yang karena belum musim tanam, air ada, tapi harus pake pompa,” kata Asep.

Meskipun begitu, ia menginformasikan bahwa ketersediaan air di Jatiluhur masih dalam kondisi bagus. Oleh karena itu, Asep menghimbau kepada masyarakat Karawang untuk turut menjaga saluran air dari adanya sampah.

“Hari ini sampai bulan depan Jatiluhur insyaallah bagus, 97,4 kalo gak salah tadi pagi. Itu artinya kita masih ada batas toleransi, masih baguslah suplai air ke sekunder,” katanya.

“Masyarakat bantu saluran supaya jangan ada sampah ya, terutama yang dekat pemukiman. Sampah-sampah itu mengganggu,” ucapnya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement