Regional
Diduga Depresi, Pria di Garut Loncat ke Sungai Cimanuk
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – ASR (32), pria asal Garut, Jawa Barat nekat melompat dari Jembatan Maktak ke Sungai Cimanuk, Rabu (29/6/2022) malam.
Pria tersebut kemudian berhasil diselamatkan oleh BPBD Garut,penanganan petugas di Polsek Tarogong Kidul.
Pria tersebut berhasil diselamatkan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut.
Aksi itu sontak menggegerkan warga di sekitar lokasi yang melihat kejadian. Bahkan, detik-detik aksinya itu pun viral di media sosial dan jejaring WhatsApp.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Garut Satria Budi saat di hubungi melalui pesan Whats’App pribadinya menyampaikan, pihaknya mengaku mendapat informasi bahwasanya telah ditemukan seorang pria yang melompat dari jembatan maktal.
“Menurut saksi mata, korban lompat dari jembatan maktal, namun upaya korban untuk mengakhiri hidupnya bisa terselamatkan, dan ditemukan oleh warga,” ujarnya, dilansir TribunJabar.id, Kamis (30/6/2022).
Terkait percobaan bunuh diri tersebut, lanjutnya, korban diduga mengalami depresi.
“Kalau dilihat korban terlihat depresi,” cetusnya
Lanjut disampaikan, Korba kemudian dibawa ke kantor Polsek Tarogong kidul, untuk selanjutnya diserahkan kembali ke pihak keluarga.
“Alhamdulillah kita sudah komunikasi dengan pihak keluarga, dan saat ini akan kita serahkan ke pihak keluarganya,” jelasnya
Sementara Ayah ASR, Aas Saefulloh, mengatakan, bahwa anaknya itu melompat ke sungai bukan karena putus cinta seperti narasi yang beredar di media sosial.
“Anak saya melompat ke Sungai Cimanuk bukan karena putus cinta, tapi memang punya riwayat depresi,” ujar Aas di Mapolsek Tarogong Kidul.
Dia menyebut anaknya sedang dalam perawatan rutin di RSUD dr Slamet Garut.
AS juga pernah dirawat di RSJ Cisarua Bandung dan mengalami gejala depresi saat duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).
“Jadi kayak gini berarti lagi kambuh. Tadi sebelum kejadian izin ke saya, katanya mau keluar dulu nyari angin,” ucapnya.
Aas menjelaskan, anaknya itu jarang keluar rumah. Dia juga pernah melakukan hal serupa di rumahnya sendiri.
“Dulu pernah mau loncat ke sumur. Anaknya tidak pernah keluar rumah, keluar kalau ke masjid saja, salat,” ucapnya.
Aas mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, BPBD, TNI, dan Polri karena telah menyelamatkan anak kesayangannya itu.
Dia juga memohon maaf kejadian tersebut menyebabkan kegaduhan di media sosial. (*)
Sumber: Berbagai sumber

You may like

Musyawarah Daerah DPD FK-PKBM Kabupaten Garut Berjalan Lancar dan Tertib

Dukung Asta Cita Ketahanan Pangan, Bupati Garut Resmikan Bantuan Cold Storage dari PLN UID Jabar Untuk Bumdes Motekar

Dispertan Garut Bangun Rumah Burung Hantu Untuk Kendalikan Serangan Hama Tikus di Sawah

Lima Orang Jamaah Haji Asal Garut Wafat di Tanah Suci

Geger Kasus Mutilasi dalam Karung di Garut, Pelaku Diduga ODGJ

Polisi Tangkap Pria di Garut yang Konsumsi dan Jual Ganja Hasil Tanam Sendiri
Pos-pos Terbaru
- Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern







