Regional
Cuaca Ekstrem, Ribuan Ikan di Waduk Saguling dan Cirata Mati Mendadak
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Ribuan ikan di kolam jaring apung (KJA) di di kawasan Waduk Saguling dan Cirata mati mendadak dalam kurun waktu sepekan terakhir ini.
Seperti yang diungkapkan Asep Elep pemilik KJA di Waduk Saguling, Dermaga Bongas, Cililin, Kabupaten Bandung Barat mengatakan penyebab kematian massal ikan tersebut diduga karena cuaca ekstrem.
Hal itu ditandai dengan hujan terus menerus, sehingga minim sinar matahari pada ikan dan membuat ikan-ikan mati.
Dia mengatakan ikan yang mati tak pandang bulu, baik yang ukuran kecil maupun besar semuanya mengambang ke permukaan.
Menurutnya, akibat cuaca dingin dan naiknya air bawah yang bercampur dengan endapan pakan ke permukaan, membuat ikan yang dibudidayakan di kolam jaring apung (KJA) mati akibat kehabisan udara segar.
“Kemarin mulai kejadiannya, banyak ikan di KJA yang mati mendadak karena kondisi cuaca gak bagus. Untuk di tiga blok KJA di sini saja sekitar 8-10 ton yang mati, kalau dengan blok lain bisa puluhan ton,” katanya seperti dilansir dari AyoBandung.com, Selasa (19/10/2021) kemarin.
Asep Elep menjelaskan, untuk di wilayahnya, kematian ikan terjadi di Blok Ugrem, Blok Tangan-tangan, dan Blok Balong, yang terdapat di sekitar 10 RW dan dua desa, yakni Desa Bongas dan Desa Batulayang.
Kebanyakan ikan yang mati adalah ikan mas dan nila, baik yang sudah siap panen ataupun benih yang baru seminggu datang.
Ketua Paguyuban Gabungan Baraya Saguling (GBS) ini mengakui jika kondisi cuaca kurang bersahabat dalam beberapa pekan terakhir.
Oleh karena itu ada sebagian pembudidaya ikan yang sudah melakukan antisipasi agar kematian ikan tidak terlau banyak, seperti mengurangi pakan dan tidak dulu menabur benih ikan baru.
“Kejadian ini selalu rutin terjadi ketika kondisi cuaca ekstrem, makanya kalau yang udah paham biasanya melakukan antisipasi sejak dini. Makanya kematian ikan tidak total, paling dalam satu petak KJA yang mati sekitar 30-50 persen,” sebutnya.
Akibat kondisi tersebut, banyak pembudidaya ikan yang menjual ikannya dengan harga di bawah standar.
Misalnya ikan yang baru mati dan masih segar karena dibekukan, dijual Rp 10.000/kg dari kondisi normal Rp 25.000/kg. Banyak juga oleh para tukang ojek atau pekerja serabutan yang ditawar-tawarkan ke warga kampung sehingga jadi mata pencaharian dadakan bagi mereka.
“Ya lumayan masih ada yang beli meski dengan harga jauh di bawah pasaran, daripada dibuang sama sekali,” imbuhnya. (*)


You may like

BMKG: Waspadai Dampak Hujan Deras di Sejumlah Wilayah

Waspada! BMKG Sebut Ada Potensi Cuaca Ekstrem hingga 9 Juni 2024

BMKG Terbitkan Peringatan Status Siaga dan Waspada Cuaca Ekstrem

PLN UP3 Karawang Percepat Pemulihan Listrik Dampak Cuaca Ekstrem

BMKG Peringatkan Ada Potensi Cuaca Ekstrem Saat Pencoblosan Pemilu 2024 di Jabar

Nelayan di Cirebon Mulai Waspadai Banjir Rob di Musim Hujan
Pos-pos Terbaru
- Gebrakan Baru! PT Ocean Nusantara Bahari Siap “Sulap” Sungai Musi Jadi Tol Logistik Modern
- Dinas PRKP Buka UPTD di Rengasdengklok, Staf Desa: Baru Tahu Ada Kantor Cabang, Nggak Perlu Jauh ke Karawang
- Polres Karawang Amankan Pengedar Obat Keras Terlarang Di Cikampek, Ratusan Butir Pil Disita
- DPUPR Karawang Tindaklanjuti Usulan Pemdes Rengasdengklok Utara Atasi Banjir
- Menteri PKP dan Pimpinan Daerah Tinjau Proyek HWB Purwakarta: Terobosan Hunian Layak bagi MBR





