Regional
Cimahi Daerah Dengan Angka Pengangguran Tertinggi Kedua di Jawa Barat
Published
6 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Kota Cimahi berada di peringkat ke dua daerah dengan angka pengangguran tertinggi di Jawa Barat. Pengangguran di Kota Cimahi mengalami peningkatan tajam di tengah pandemi COVID-19.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini angka pengangguran di Kota Cimahi mencapai 39.436 orang atau sekitar 13,30 persen. Sementara pada tahun 2019, pengangguran di Cimahi hanya sekitar 8,08 persen atau sekitar 23.960 orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi Yanuar Taufik mengatakan pihaknya sudah menerima informasi yang menyebutkan angka pengangguran di Kota Cimahi mengalami peningkatan hingga menempati urutan kedua di Jawa Barat.
“Kalau data dari BPS seperti itu. Rencananya kita akan lakukan pendataan ulang (pengangguran) tahun 2021,” ungkap Yanuar, dikutip dari Detik.com, Senin (14/12/2020).
Sektor industri di Kota Cimahi yang didominasi garmen dan tekstil mengalami penurunan aktivitas produksi. Hal tersebut terdampak pandemi COVID-19 lantaran banyak perusahaan memangkas karyawannya.
“Di Cimahi itu kan banyaknya industri garmen dan tekstil. Mudah-mudahan pandemi ini segera berakhir, dan harapannya mereka yang dirumahkan kembali bekerja,” ujarnya.
Pihaknya bersama dinas terkait dan berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) serta lembaga terkait lainnya saat ini hanya bisa memberikan pelatihan di berbagai bidang. Tujuannya, untuk meningkatkan kompetensi pekerja asal Kota Cimahi.
“Nantinya skill masyarakat akan mengalami peningkatan. Harapannya, dengan kompetensi yang dimiliki, nantinya akan lebih mudah diterima bekerja. Lebih baik lagi dari pelatihan bisa buka usaha sendiri dan menciptakan lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Kemudian tahun depan pihaknya akan melakukan sosialisasi lanjutan seputar keberadaan Sistem Link and Match (Silima) yang bisa diakses melalui silima.cimahikota.go.id. Sistem tersebut dibuat untuk menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan.
Sistem yang diluncurkan tahun lalu itu sejauh ini kurang efektif disebabkan pengembangannya terhambat seiring mewabahnya COVID-19. Di dalamnya nantinya akan memuat perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan hingga profil pencari kerjanya.
“Tahun depan kita sosialisasikan lagi supaya lebih optimal. Mudah-mudahan bisa lebih efektif supaya angka pengangguran bisa ditekan,” pungkasnya. (*)
Sumber: Detikcom


You may like

Toko Subur Telor Dilaporkan Jual Minyak Goreng Curah Tanpa Lebel SNI & Merk

Diduga Terlibat Tawuran, Seorang Pelajar Alami Luka Berat di Klari, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kapolres Karawang Beri Penghargaan kepada Personel Berprestasi dan Tiga Driver Gojek, Wujud Apresiasi untuk Pengabdian dan Prestasi

Dari LASKAR Farm, Irfan Hakim Mengajarkan Arti Kasih Sayang kepada Sesama Makhluk Hidup

PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang

LISHERA BAKERY KENCANA MILIK ADI JALALUDIN ZUHRI HADIRKAN ROTI LEMBUT HARGA SAHABAT DI KARAWANG
Pos-pos Terbaru
- Toko Subur Telor Dilaporkan Jual Minyak Goreng Curah Tanpa Lebel SNI & Merk
- Diduga Terlibat Tawuran, Seorang Pelajar Alami Luka Berat di Klari, Polisi Lakukan Penyelidikan
- Kapolres Karawang Beri Penghargaan kepada Personel Berprestasi dan Tiga Driver Gojek, Wujud Apresiasi untuk Pengabdian dan Prestasi
- Dari LASKAR Farm, Irfan Hakim Mengajarkan Arti Kasih Sayang kepada Sesama Makhluk Hidup
- PWI Karawang Meriahkan Stand UMKM pada Gebyar Harkopnas ke-79 Tingkat Kabupaten Karawang






