Connect with us

Regional

BPBD Garut Tingkatkan Waspada Potensi Bencana Alam Selama Musim Hujan

Published

on

INFOKA.ID – Menghadapi potensi bencana alam selama musim hujan sampai April 2023, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut meningkatkan kewaspadaan dengan persiapan mitigasi bencana.

“Untuk ancaman potensi (bencana) kita mewaspadai bulan ini sampai dengan April (2023) sampai perubahan iklim,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Satria Budi dilansir Antara, Senin (6/3/2023).

Ia menuturkan BMKG memprakirakan hujan masih akan terus berlangsung di wilayah Kabupaten Garut sampai Maret 2023, sehingga harus diwaspadai terhadap berbagai ancaman bencana alam.

Ia menyampaikan, meskipun prakiraan hujannya sampai Maret, Pemkab Garut meningkatkan kewaspadaannya sampai April 2023 sesuai dengan surat edaran peringatan dini potensi bencana alam di Kabupaten Garut.

“Potensinya sampai April, meski informasi dari BMKG prakiraannya sampai Maret, tapi kita tambah satu bulan sampai April, sesuai surat edaran,” katanya.

Ia mengungkapkan potensi bencana alam pada musim hujan di Garut yakni bencana tanah longsor dan banjir yang bisa terjadi di sejumlah daerah di Garut.

Adanya potensi bencana itu, dia meminta masyarakat yang rumahnya berada di kawasan rawan bencana longsor seperti di sekitar tebing agar selalu waspada dengan melakukan langkah antisipasi seperti tidak menempatinya saat hujan.

“Masyarakat juga harus waspada saat hujan dengan relatif cukup lama, dengan curah cukup tinggi, warga juga harus berhati-hati dan waspada, terutama masyarakat yang berada di posisi topografinya di tebing,” katanya.

Dia mengatakan, upaya lain untuk menghindari risiko bahaya bencana alam, masyarakat diberi wawasan tentang mitigasi bencana secara mandiri seperti menghindari lokasi-lokasi yang dinilai rawan bencana longsor.

Sedangkan upaya mencegah terjadinya banjir, masyarakat diminta kerja sama untuk membersihkan selokan atau gorong-gorong di lingkungannya dari sampah agar tidak terjadi penyumbatan yang menjadi penyebab banjir saat turun hujan.

“Masyarakat tetap berupaya bergotong-royong, sama-sama mitigasi bencana seperti membersihkan saluran-saluran air supaya ketika air datang tidak tersumbat, masyarakat juga tidak buang sampah sembarangan,” pungkasnya. (*)

Sumber: Antara

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement