Gaya Hidup
BKKBN: Dalam Setahun Terakhir, Kematian Ibu Melahirkan Meningkat
Published
5 tahun agoon
By
admin
INFOKA.ID – Dalam 1 tahun terakhir, angka kematian ibu melahirkan tercatat meningkat. Di antaranya, dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan dan kesadaran tentang usia minimal yang aman untuk wanita hamil dan melahirkan.
Ketua BK BR Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dr Eni Gustina, MPH menyebut bahwa pada 2019, terdapat sekitar 4.100 kasus kematian ibu melahirkan. Sedangkan pada 2020, tercatat sekitar 4.400 kasus.
Selain angka kematian ibu melahirkan, data miris pula lebih berlaku pada kategori kematian bayi. Berdasarkan laporan dari puskesmas, angka kematian bayi meningkat 40 persen, dengan angka 26.000 kasus pada 2019 dan 44.000 kasus pada 2020.
Melihat realita di lapangan, batasan usia menikah untuk perempuan minimal 19 tahun sesuai Undang-undang tidak selalu dipatuhi masyarakat. Aturan ini masih kerap dilanggar. Pernikahan di bawah umur masih banyak terjadi dan risikonya adalah kematian ibu dan bayi.
“Bagi mereka yang kekurangan informasi sehingga ada kejadian tertentu, terjadinya pernikahan di bawah umur walaupun sekarang Undang-undang sudah berubah. Tahun 2019 jadi (minimal) 19 tahun, tapi banyak dispensasi karena berbagai alasan,” ujarnya dalam webinar oleh DKT Indonesia, memperingati Hari Perempuan Sedunia, Senin (8/3/2021).
Ia menekankan, sebenarnya kondisi ini bisa diatasi dengan pengetahuan yang baik.
Terlebih untuk wanita. Semakin wanita memahami pentingnya keamanan dan kesehatan reproduksi, semakin wanita mampu menolak pernikahan dini di bawah usia aman.
“Semakin banyak terinformasi, semakin orang memahami kesehatan reproduksi. Dia bisa menghindari terjadinya kehamilan tidak diinginkan, menikah dini. Dia sadar dengan menikah muda, dia mengurangi dan merusak kesehatan dirinya sendiri. Yang mana harusnya kalau di bawah umur, dia jangan menikah dulu,” terangnya. (*)
Sumber: Detikcom


You may like

Melalui DPPKB, Pemkab Karawang Mengikuti Kick-off Pencanangan Pelayanan Serentak

HARGANAS ke-30, Bupati Karawang Targetkan Prevalensi Stunting 8 Persen Akhir Tahun 2023

Kemendes PDTT Ajak BKKBN dan Adinkes Sinergi Tangani Stunting di Desa

Nestlé Indonesia dan BKKBN Hadirkan Dapur Sehat Atasi Stunting di Kabupaten Karawang

Karawang Jadi Percontohan Vaksinasi Keluarga Tingkat Nasional

Rahim Sempat Sakit, Janda Muda di Cianjur Tiba-tiba Lahirkan Bayi Tanpa Mengandung
Pos-pos Terbaru
- AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu
- Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama
- Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi
- Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara
- Dari Pos Ronda Menuju Podium Juara: Misi Keramat Orado Palembang Di Kejurprov I Sumsel






