Connect with us

Hiburan

7 Film Hacker yang Acak-acak Data Publik dan Negara

Published

on

INFOKA.ID – Hacker atau peretas Bjorka sedang ramai diperbincangkan di Indonesia belakangan ini.

Bjorka mengklaim telah membobol 1,3 miliar data pengguna SIM card, kemudian surat-surat untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Data-data yang dimiliki Komisi Pemilihan Umum juga diklaim telah ia dapatkan dan siap dijual.

Bjorka juga beberapa kali membuat gempar karena melakukan doxing atau menyebarluaskan informasi pribadi pejabat negara, seperti Menkominfo Johnny G Plate hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Aksi-aksi yang diduga dilakukan Bjorka, seperti meretas data negara atau pemerintah, kerap dikisahkan dalam sejumlah film. Berikut 7 rekomendasi film yang menampilkan aksi hacker.

1. The Matrix (1999)

The Matrix mengisahkan peretas bernama Neo atau Thomas Anderson (Keanu Reeves) yang tiba-tiba mendapat pesan aneh di layar komputernya bertuliskan The Matrix.

Demi mencari tahu alasan di balik pesan tersebut, Neo datang ke sebuah bar dan bertemu Trinity (Carrie-Anne Moss). Ia diberi tahu bahwa pria bernama Morpheus (Laurence Fishburne) mengetahui makna pesan yang diterima Neo.

Neo yang kebingungan akhirnya kembali ke tempat kerjanya, namun ia tiba-tiba diburu tim agen dan polisi. Agen itu memaksa Neo menemukan Morpheus yang diklaim sebagai teroris.

2. Die Hard 4.0: Live Free or Die Hard (2007)

Die Hard 4 mengisahkan John McClane (Bruce Willis), hacker muda yang berhasil menghentikan Simon Gruber. Selang 12 tahun, ia dihadapkan dengan masalah besar karena harus menghentikan organisasi teroris berbasis cyber yang dipimpin Thomas Gabriel (Timothy Olyphant).

Organisasi itu membajak Amerika Serikat hingga melumpuhkan ekonomi negara itu. Bersama dengan Matthew Farrel (Justin Long), seorang peretas lain bernama McClane berusaha menemukan Gabriel dan menghentikan aksinya itu.

3. Eagle Eye (2008)

Eagle Eye mengangkat kisah Jerry Shaw (Shia LaBeouf) yang mengalami kesulitan finansial. Jerry merasa frustasi setelah mengetahui saudara kembarnya, Ethan, meninggal dunia.

Suatu hari, ia menerima uang dalam jumlah besar di rekening banknya. Jerry lalu menerima panggilan telepon dari seorang wanita misterius yang memperingatkannya bahwa FBI akan menangkapnya dan meminta dia lari, atau kehidupannya akan hancur.

Jerry juga dipertemukan dengan Rachel Holloman (Michelle Monaghan) yang turut mendapat ancaman serupa. Keduanya lalu bekerja sama untuk menuruti perintah sang wanita misterius yang terus memantau setiap pergerakan mereka.

4. Who Am I (2014)

Who Am I menceritakan Benjamin Engel (Tom Schilling), seorang remaja yang introvert dan selalu dikucilkan di lingkungan sekolahnya. Engel memutuskan menjadi peretas yang hebat karena merasa memiliki keluarga dan hidup yang kacau.

Ia lalu berteman dengan sejumlah hacker lain yang memiliki kehidupan bebas. Mereka membentuk kelompok hacker bernama CLAY (Clowns Laughing at You) dan mulai meretas sejumlah lembaga pemerintahan, salah satunya German Central Intelligence, hingga akhirnya menjadi buronan negara.

5. Blackhat (2015)

Blackhat mengisahkan Nicholas Hathaway (Chris Hemsworth), seorang hacker atau peretas yang sangat berbakat. Ia menjadi tahanan pemerintah Amerika Serikat karena aksi pembobolan bank.

Namun ia diberi tawaran untuk bebas dengan syarat harus bekerja sama dengan polisi Amerika dan Tiongkok untuk menjegal jaringan cybercrime tingkat tinggi di dunia. Bersama dengan Kapten Chen Dawai (Leehom Wang), Nick pun membongkar aksi peretas tersebut.

6. Snowden (2016)

Snowden mengisahkan Edward Snowden (Joseph Gordon-Levitt), prajurit yang beralih profesi menjadi ahli komputer intelijen Central Intelligence Agency (CIA) dan National Security Agency (NSA).

Ia membocorkan informasi rahasia dari NSA kepada publik melalui beberapa media massa ternama. Dokumen yang ia bocorkan menyatakan pemerintah AS selama ini memata-matai dan menyadap ponsel masyarakat. Ia akhirnya dicap sebagai pengkhianat negara.

7. The Great Hack (2019)

The Great Hack merupakan film dokumenter yang mengangkat kasus Cambridge Analytica yang diduga telah mengambil ribuan data pengguna internet tanpa izin.

Cambridge Analytica diperkirakan memiliki lima ribu data yang bisa diolah menjadi profil psikologis kolektif dan digunakan untuk menguntungkan pihak-pihak tertentu, yaitu klien Cambridge Analytica. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement