Regional
Bisa Merusak Jaringan Tubuh, Dinkes Garut Minta Masyarakat Waspadai Jajanan Chiki Ngebul
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut meminta masyarakat untuk mewaspadai jajanan anak seperti chiki ngebul karena dinilai berbahaya bagi kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Garut Asep Surachman mengatakan, jajanan Chiki Ngebul yang selama ini dikenal masyarakat, terutama kalangan anak-anak sudah harus menjadi perhatian karena adanya kandungan yang dinilai berbahaya.
“Kalau penggunaan zat nitrogen tersebut berlebihan, tidak sesuai dengan standar, akan berdampak kepada kesehatan manusia, dalam hal ini bisa merusak jaringan tubuh,” kata Asep melalui keterangan tertulis di Garut, Kamis (12/1/2023) kemarin.
Dia menjelaskan, akibat jajanan itu, dilaporkan sudah ada korban anak-anak yang keracunan setelah mengkonsumsi Chiki Ngebul seperti yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya.
“Kabupaten Tasikmalaya ada 24 orang di mana satu orang dirujuk dan yang lainnya baru gejala tapi bisa ditangani, kemudian di Bekasi ada empat orang, satu orang di antaranya harus mendapatkan penanganan khusus,” jelasnya.
Meski demikian, lanjut Asep, di Kabupaten Garut sendiri hingga kini tidak ada ditemukan kasus keracunan chiki ngebul.
Menurutnya, Ciki Ngebul ini mengandung ice smoke yang di dalamnya terdapat zat nitrogen yang dicampurkan dengan makanan, sehingga menimbulkan efek asap yang menarik perhatian anak-anak sekolah maupun remaja.
Namun asap yang ditimbulkan dari zat nitrogen itu, kata dia, akan berpengaruh terhadap saluran pernapasan, sehingga menimbulkan gejala seperti mual, muntah-muntah, iritasi tenggorokan, sampai masalah lambung.
“Tetapi kalau kegunaan zat nitrogen tersebut berlebihan, tidak sesuai dengan standar tentunya ini akan berdampak kepada kesehatan manusia, dalam hal ini bisa merusak jaringan tubuh. Misalkan karena efek dinginnya jadi zat nitrogen ini jika dimakan atau dikonsumsi oleh anak atau individu, maka akan terjadi efek dingin pada tenggorokan, dan bilamana ini terjadi tentunya akan mengganggu, lebih jauhnya lagi adalah kaget respon tubuh terhadap hal tersebut,” ucapnya.
Ia menyebutkan, asap yang ditimbulkan dari zat nitrogen ini juga akan berpengaruh terhadap saluran pernafasan, sehingga menimbulkan gejala seperti mual, muntah-muntah, iritasi tenggorokan, bahkan perforasi lambung atau kebocoran lambung.
Asep berharap masyarakat yang menjual makanan untuk tidak menggunakan zat nitrogen berlebihan dari ambang batas yang ditentukan karena akan membahayakan kesehatan manusia.
Selain itu, Asep juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan sekolah untuk memberikan pengawasan atau pemantauan terhadap jajanan yang digemari anak-anak.
“Dari pihak sekolah-sekolah atau pihak-pihak dari warga, orang tua, siswanya sendiri, atau di kampus juga ini harus melakukan pemantauan pengawasan jajanan yang ada di masing-masing tempat jajanan umum,” tandasnya. (*)

You may like

Kontribusi Nyata Polsek Klari Terhadap Peningkatan Serta Memperkuat Ketahanan Pangan

UNSIKA Jadi Tuan Rumah Pertemuan SELA BKS-PTN Barat Bidang Pendidikan 2026, Dorong Kolaborasi dan Prestasi Mahasiswa

Bukan Sekadar Tempat Menginap, Brits Hotel Karawang Komit Jadi Etalase Budaya Lokal

Simpan Puluhan Gram Sabu, Dua Pria Asal Jayakerta Karawang Terancam 20 Tahun Penjara

Satres PPA dan PPO Polres Karawang Tangkap Ayah Kandung yang Diduga Cabuli Anak Balitanya

DPRD Karawang Gelar Rapat Paripurna Agenda Penetapan Raperda dan Pembentukan Pansus
Pos-pos Terbaru
- Kontribusi Nyata Polsek Klari Terhadap Peningkatan Serta Memperkuat Ketahanan Pangan
- HUT Kota Palembang ke-1343, Diskominfo Gelar Lomba Gaplek dan E-Sport Antar Pegawai-Media
- UNSIKA Jadi Tuan Rumah Pertemuan SELA BKS-PTN Barat Bidang Pendidikan 2026, Dorong Kolaborasi dan Prestasi Mahasiswa
- Bukan Sekadar Tempat Menginap, Brits Hotel Karawang Komit Jadi Etalase Budaya Lokal
- Simpan Puluhan Gram Sabu, Dua Pria Asal Jayakerta Karawang Terancam 20 Tahun Penjara







