Connect with us

Regional

Beredar Surat Pengangkatan Wakil Bupati Bekasi dari Kemendagri untuk Gubernur Jawa Barat

Published

on

INFOKA.ID – Muncul sebuah surat perihal Penyampaian Keputusan Surat Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur Jawa Barat di Bandung.

Surat bernomor 132.32/6777/OTDA itu berisikan ketetapan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 132.32-4881 tahun 2021 tanggal 19 Oktober 2021 tentang pengesahan Wakil Bupati Bekasi Provinsi Jawa Barat oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang dijadwalkan akan melantik Wakil Bupati Bekasi H. Akhmad Marjuki, sisa masa jabatan tahun 2017-2022 di Kota Bandung, Rabu (27/10/2021) besok.

“Insya Allah, informasi yang saya terima langsung dari gedung sate Bandung, besok (Rabu, 27 Oktober 2021_red) pak Akhmad Marjuki dilantik sebagai Wakil Bupati Bekasi,” kata Sekretaris Jenderal Forum Legenda Pelita Rakyat (Latar) Indonesia, Dr. H. Mohammad Amin Fauzi, Selasa (26/10/2021).

Setelah pelantikan sebagai Wakil Bupati, selanjutnya pemberhentian penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan oleh DPRD Kabupaten Bekasi dan kemudian pak Akhmad Marjuki ditunjuk melalui paripurna DPRD Kabupaten Bekasi sebagai Bupati Bekasi secara definitif sampai dengan habis masa jabatan bulan Mei 2022.

Seperti diketahui, DPRD Kabupaten Bekasi menggelar pemilihan lewat mekanisme PAW Wakil Bupati sisa masa jabatan 2017-2022 pada 18 Maret 2020 silam.

Hasilnya, seluruh anggota dewan yang hadir memilih Akhmad Marjuki dengan 40 suara dari total 50 anggota DPRD Kabupaten Bekasi.

Perolehan suara Akhmad Marzuki menjadi kemenangan telak terhadap rivalnya Tuti Yasin yang tidak memperoleh dukungan suara satu pun.

Hanya saja, hasil pemilihan yang digelar DPRD itu tidak kunjung ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi maupun Kementerian Dalam Negeri.

Seiring wafatnya Bupati Bekasi H. Eka Supria Atmaja, DPRD Kabupaten Bekasi mengusulkan kembali pelantikan Ahmad Marjuki lewat sidang paripurna DPRD Kabupaten Bekasi.

Seperti diketahui, pada Pemerintahan Kabupaten Bekasi 2017-2022, terpilih Bupati Neneng Hasanah Yasin dan Wakil Bupati Eka Supria Atmaja.

Di tengah jalan Pemerintahan, Bupati Neneng Hasanah Yasin tersangkut kasus suap Meikarta senilai Rp11 Milyar. Neneng Hasanah Yasin akhirnya dinonaktifkan pada tahun 2019 karena kasus tersebut.

Wakilnya Eka Supria Atmaja akhirnya naik sebagai Bupati Definitif Kabupaten Bekasi. Namun belum lama ini Bupati Eka Supria Atmaja meninggal dunia akibat Covid-19 pada 11 Juli 2021.

Sebelum Bupati Eka Supria Atmaja meninggal dunia, DPRD Kabupaten Bekasi dikabarkan sedang menggodok pengangkatan wakil bupati dampingi Eka Supria Atmaja.

Setelah Bupati Eka meninggal, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kemudian mengajukan nama ke Kemendagri pengganti Eka Supria Atmaja sebagai Penjabat Bupati Bekasi yang kini menjabat, Dani Ramdan. Dani Ramdan sebelumnya adalah Kepala Dinas BPBD Provinsi Jawa Barat.

Terkini, beredar sebuah surat Penyampaian Keputusan Menteri Dalam Negeri.

Belum diketahui apakah surat sudah diterima oleh bersangkutan, karena kabar tentang pengangkatan Wakil Bupati Bekasi belum terdengar. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement