Regional
Begini Penjelasan RSUD Sayang Cianjur Terkait Adanya Kain Kasa Tertinggal di Perut Pasien
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur memberikan klarifikasi jika benda yang tertinggal di perut pasien persalinan bukan kain kasa seperti yang ditudingkan pihak pasien.
Direktur Utama RSUD Sayang Cianjur, Irvan Nur Fauzy, dengan tegas membantah bahwa benda tersebut adalah kain kasa, melainkan bahan putih soft berjenis hibrin yang berfungsi untuk menyerap bekas luka.
“Dipastikan itu bukan kain kasa, tapi sejenis bahan putih soft, gitu, dan itu hibrin. Fungsinya untuk menyerap bekas luka,” jelas Irvan, Senin (11/12/2023), dikutip dari Kompas.com.
Ia menjelaskan bahwa kain kasa biasanya akan berubah warna menjadi hitam jika terkena darah dalam beberapa hari, tetapi benda yang tertinggal ini memiliki warna putih cerah.
Irvan menyayangkan kesimpulan tergesa-gesa dari pihak keluarga pasien yang kemudian mengumumkan insiden tersebut ke publik. Menurutnya, bahan tersebut merupakan bagian dari prosedur dan proses persalinan sesar, yang nantinya akan dibersihkan dan dicabut setelah operasi.
Irvan berpendapat bahwa kejadian ini lebih berkaitan dengan komunikasi antara pasien dan tenaga medis. Ia menekankan pentingnya memperkuat kedua sisi, baik dari penyampaian informasi maupun penerimaan informasi.
Irvan menegaskan, situasi ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan komunikasi efektif antara pihak rumah sakit dan pasien.
Irvan juga menyampaikan bahwa kondisi pasien saat ini semakin membaik, dan pasien akan diperbolehkan pulang dalam waktu dekat. Untuk mendukung kondisi ekonomi pasien, RSUD Sayang Cianjur memutuskan untuk menggratiskan seluruh pembiayaan.
Sementara itu Bupati Cianjur, Herman Suherman, yang telah menjenguk pasien, menegaskan bahwa tidak ada indikasi malapraktik dalam kasus ini. Menurutnya, suami pasien juga telah mengklarifikasi bahwa benda yang tertinggal bukanlah kain kasa, melainkan bahan untuk menyerap luka.
“Pihak suami pasien juga sudah mengklarifikasinya. Ini lebih karena ketidaktahuannya soal medis. Padahal itu bukan kain kasa, tapi bahan untuk menyerap luka,” kata Herman, Senin.
Herman menengarai bahwa ada pihak yang sengaja membesar-besarkan permasalahan ini dengan motif dan maksud tertentu.
Sebelumnya, seorang pasien perempuan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diduga menjadi korban kelalaian medis saat menjalani persalinan di RSUD Sayang Cianjur.
Sebuah benda diduga kain kasa sempat tertinggal di antara bekas jahitan operasi sesar pasien berinisial TS (34), warga Rancagoong, Kecamatan Cilaku, Cianjur.
Pihak keluarga pasien pun menuntut manajemen rumah sakit bertanggung jawab atas indikasi kelalaian tersebut. (*)
Sumber: Kompas.com

You may like

Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B

Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat

Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger

Pertama di Jabar, Pemkab Karawang Gratiskan Modul Pembelajaran SD-SMP dan Hapus Biaya LKS

DPRD Karawang Matangkan Raperda RPIK Libatkan KADIN dan UNSIKA

Pemkab Karawang Bersih Bersih, Ratusan Bangli Dibongkar
Pos-pos Terbaru
- Proyek Kandang Ayam Cuma ‘Izin Desa’, Ibe Sentil Dinas Pertanian Karawang Soal Amanat Perda LP2B
- Respons Cepat Polisi dan Warga Berhasil Amankan Terduga Pelaku Dugaan Pencurian Handphone di Telukjambe Barat
- Ratusan Paket Nasi Putih MBG Di SDN Karyasari Tidak Dikonsumsi, Minta Ganti Roti Burger
- Pertama di Jabar, Pemkab Karawang Gratiskan Modul Pembelajaran SD-SMP dan Hapus Biaya LKS
- DPRD Karawang Matangkan Raperda RPIK Libatkan KADIN dan UNSIKA







