Nasional
Bapanas: Impor Beras Hanya untuk Penuhi Stok Pemerintah
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bahwa impor beras dilakukan hanya untuk memenuhi stok cadangan beras pemerintah (CBP). Sedangkan stok beras nasional hingga akhir Mei dipastikan mencukupi kebutuhan beras nasional
“Stok akhir Mei nanti prediksi kami sangat sangat cukup untuk ketersediaan nasional,” ucap Deputi I Bidang Ketersediaan Dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa pada Forum Wartawan Pertanian yang dilaksanakan secara daring, Rabu (12/4/2023), dilansir Antara.
Ia menyampaikan CBP per 11 April hanya 292 ribu ton ditambah (stok) ID FOO sekitar 200 ton.
Dengan demikian tanggal 24 Maret, Presiden memerintahkan ke Bapanas sekaligus kami sudah menugaskan Bulog untuk melaksanakan bantuan beras sebanyak 10 kg beras kepada 21,3 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) dan diberikan selama 3 bulan.
Secara rinci, Ketut menyebutkan bahwa kebutuhan beras pemerintah per bulan terdiri dari 213 ribu ton untuk bansos dan 100 ribu ton untuk kebutuhan operasi pasar atau program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) per bulan.
Untuk itu, kebutuhan beras untuk melaksanakan program pemerintah hingga akhir Mei sebanyak 900 ribu ton lebih.
Guna memenuhi kebutuhan stok cadangan beras pemerintah tersebut, Bapanas telah melakukan sejumlah hal.
Di antaranya, menugaskan Bulog untuk menyerap gabah hasil panen raya petani, melakukan penyesuaian Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani dari Rp 4.200/kg menjadi Rp5.000/kg.
Kemudian, Bapanas telah meminta 30 penggilingan padi besar dan menengah untuk memenuhi cadangan beras Bulog. Namun, penggilingan padi hanya mampu menyetor dengan beras harga Rp 9.950/kg sebanyak 60 ribu ton.
“Nah ini kondisi yang dihadapi pemerintah dalam rangka menjalankan tugas yang diamanahkan Bapak Presiden yang mana kegiatan harus dilakukan pada Maret, April, Mei,” ujarnya.
Kemudian, lanjut dia, SPHP tetap harus berjalan setiap bulannya 100 ribu-120 ribu ton, maka pemerintah tidak mungkin menunggu pemenuhan supply dari penggilingan.
Ketut menegaskan bahwa harga gabah kering panen di petani terus bergerak naik seiring dengan berlangsungnya panen raya.
Ia mencontohkan, saat panen di Yogyakarta, penggilingan di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah bahkan hingga Jawa Barat turut menyerbu hasil panen yang berakibat pada harga gabah menjadi Rp 5.800-Rp 6.000/kg.
Bahkan di Sulawesi yang terletak di sentra, harga gabah mencapai Rp 6.200-Rp 6.500/kg. Atas dasar itulah pemerintah memutuskan untuk melakukan impor guna memenuhi kebutuhan CBP.
“Di situ yang membuat pemerintah mengambil langkah pemenuhan dari luar negeri karena berdasarkan Undang-Undang juga memungkinkan apabila pemenuhan dalam negeri CBP tidak bisa dipenuhi, maka pemenuhan dari luar negeri memungkinkan,” jelasnya.
Kendati demikian, Bapanas memastikan akan mengutamakan penyerapan dari dalam negeri. Sehingga, tatkala target CBP telah terpenuhi, maka amanat Presiden untuk mengimpor 2 juta ton beras dengan ketentuan 500 ribu ton harus didatangkan sebelum Lebaran, dapat dihentikan.
“Tatkala sudah terpenuhi di dalam negeri, sisa impor tidak dilakukan karena target yang dibebankan kepada Bulog 2,4 juta ton di 2023 minimal dan ending stoknya harus ada 1 juta ton,” tuturnya. (*)
Sumber: Antara


You may like

Bapanas Tugaskan Bulog Serap 600 Ribu Ton Beras

Bapanas Minta Pemda Percepat Realisasi Dana Dekonsentrasi

Bapanas: Harga Beras Turun Jika Produksi Meningkat

Bapanas Pastikan Gerakan Pangan Murah Terus Berjalan

Menteri BUMN Pastikan Stok Beras Bulog Cukup Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri

Presiden Jokowi Perintahkan Jajarannya Distribusikan Beras Bulog ke Pasar
Pos-pos Terbaru
- Jejak Sejarah Tak Dilupakan, Yonif 305 Bangun Tugu Tengkorak di Eks Medan Latih KIIC
- Bupati Karawang Aep Syaepuloh Lantik 199 Kepsek SD-SMP, Tekankan Larangan Pungli dan Penyalahgunaan Dana BOS
- Bupati Aep Tinjau Overlay Jalan Surotokunto 2 Kilometer, Pastikan Kualitas Pekerjaan
- Bolehkah Paspor Diurus Orang Lain? Ini Penjelasan Imigrasi Karawang
- Lippoland Hadirkan Ecoprime di Lippo Karawang, Tawarkan Konsep Hybrid Warehousing Untuk Kebutuhan Bisnis Modern





