Connect with us

Regional

Jabar Miliki 2.350 PKBM, Solusi Nyata Dongkrak IPM dan Atasi Putus Sekolah

Published

on

BANDUNG — Provinsi Jawa Barat terus melakukan langkah strategis untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Salah satu pilar penopang utamanya adalah optimalisasi peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di berbagai wilayah.

Saat ini, Jawa Barat tercatat memiliki 2.350 lembaga PKBM aktif yang menyelenggarakan pendidikan nonformal. Kehadiran ribuan lembaga ini menjadi jaring pengaman sosial agar anak-anak yang putus sekolah tetap bisa mendapatkan hak pendidikan dasar mereka.

Ketua Forum Komunikasi PKBM (FK-PKBM) Jawa Barat, Heru Saleh, menjelaskan bahwa fokus utama lembaga ini tidak hanya sekadar memberikan pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C. Lebih dari itu, kurikulum PKBM kini dirancang secara komprehensif dengan memprioritaskan masa depan para peserta didik.

“Kami mengintegrasikan pendidikan kesetaraan dengan pengembangan hard skill vokasional serta penguatan soft skill peserta didik,” ujar Heru Saleh dalam keterangannya di Bandung.

Langkah integrasi ini bertujuan untuk mencetak lulusan yang mandiri. Dengan bekal keterampilan teknis dan mental yang kuat, para alumni PKBM diharapkan tidak hanya siap terserap oleh dunia kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru melalui jalur wirausaha.

Di sisi lain, penguatan fungsi PKBM ini menjadi instrumen penting bagi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mendongkrak capaian indikator makro pembangunan. Program ini ditargetkan mampu meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) serta mendongkrak nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah Jawa Barat secara signifikan.(red)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement