Connect with us

Regional

Bantuan Anak Putus Sekolah di Karawang Diduga Dipotong, Ketua Forum PKBM Bungkam

Published

on

KARAWANG – Program Anak Putus Sekolah (APS) yang digagas untuk mengembalikan anak ke jalur pendidikan, menjamin hak belajar 12 tahun, serta menekan angka putus sekolah kembali menuai sorotan. Program yang memberikan akses pendidikan setara bagi keluarga miskin dan rentan melalui bantuan biaya, pelatihan, dan pendampingan itu diduga tidak berjalan sebagaimana mestinya di lapangan.

Tujuan utama program APS mencakup mengembalikan siswa drop out ke pendidikan formal maupun nonformal seperti PKBM, LKP, atau Balai Latihan Kerja (BLK), memastikan wajib belajar 12 tahun, serta menurunkan angka putus sekolah yang kerap dipicu faktor ekonomi.

Namun, di wilayah Dapil 4, bantuan yang seharusnya diterima utuh oleh siswa diduga dipotong oknum pengelola PKBM. Seorang siswa PKBM Paket A mengungkapkan hal tersebut saat diwawancarai.

“Ya saya siswa PKBM Paket A menerima uang Rp1.310.000 dan dipotong sama pengelola PKBM dari 50 ribu sampai 100 ribu, dan saya hanya tandatangan terus terima uang,” ucap narasumber yang tidak ingin menyebutkan nama maupun PKBM-nya, Jumat (5/12/2025).

Saat dikonfirmasi awak media, Plt Kabid PAUD Dikmas, Sutarman menegaskan, sudah ada edaran yang wajib dipatuhi seluruh PKBM penerima bantuan.

“Padahal kami sudah buat edaran dan sudah disampaikan ke 54 PKBM untuk patuh dengan edaran kami. Kami akan tegas dan berikan sanksi bila mana terbukti ada pengelola PKBM yang potong bantuan ATS,” tegasnya melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Ketua Forum PKBM yang dimintai konfirmasi terkait dugaan potongan tersebut memilih bungkam.
(rls)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement
Advertisement