Regional
Bansos Beras Jelang Pilkada Karawang, Akankah Dipolitisasi?
Published
6 tahun agoon
By
admin
KARAWANG – Bansos alias Bantuan Sosial berupa beras dari Kementrian Sosial dirasa sangat membantu Mayarakat Karawang ditengah Pandemi Covid-19. Namun mengapa program Kemensos itu terkesan lambat dari yang dijadwalkan.
Pasalnya, Beras 15 Kilogram itu sudah bisa didistribusikan sejak Bulan Agustus lalu hingga Bulan Oktober mendatang. Akan tetapi, Kabupaten Karawang baru melaksanakan launching penyaluran beras bansos tersebut di Bulan September menjelang Cuti Bupati menghadapi Pilkada Serentak 2020.
Wakil Pimpinan Cabang Perum Bulog Sub Divre Karawang, Ashville Nusa Panata mengaku, tidak mengetahui teknis penyaluran Beras Bansos, karena itu merupakan tugas Dinas Sosial Kabupaten Karawang. Pihak Bulog hanya sebagai penyedia beras saja, maka mulai dari transporter, jadwal dan titik penyaluran, tentu hal ini ada diranah Dinsos. “Kami hanya sebagai penyedia beras saja, untuk alokasi beras kurang lebih sejumlah 2 Ribuan Ton untuk target dua bulan, September dan Oktober,” ujarnya kepada INFOKA, Jumat (25/9).
Sementara, Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) yang mengurusi Bantuan Sosial Beras (BSB), belum dapat ditemui. Melalui Kabid Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial Kabupaten Karawang, Danilaga menjelaskan, secara garis besar BSB diperuntukan bagi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan besaran 15 Kilogram perbulan. “Jadi BSB ini untuk 3 bulan, sedangkan launching kemarin itu disekaliguskan 2 bulan, untuk Agustus dan September. Jadi tinggal 1 bulan lagi,” jelasnya.
Berkaitan dengan tahun politik, Danilaga menambahkan, tentunya ini merupakan program Pemerintah Pusat jadi bukan dibiayai oleh APBD. Maka menjadi kepentingan secara nasional di masa pandemi Covid-19, jadi tidak dipengaruhi situasi politik di Kabupaten Karawang. “Ya bagaimana kita memandangnya saja, program ini kan jelas bukan dari APBD Kabupaten,” paparnya.
Disinggung pertanyaan kenapa program BSB di Kabupaten Karawang ada keterlambatan, bahkan tidak dimulai dari Bulan Juli hingga Bulan September seperti dibeberapa daerah lain, untuk menjaga jarak dengan situasi politik, Danilaga mengatakan, tentu yang bisa menjawab pertanyaan itu adalah Kabid Linjamsos, sebab diluar teknis kinerjanya. “Ada keterlambatan juga tidak tahu, moal bisa ngajawab eta mah, diluar teknis kerja saya,” pungkasnya. (cho)

You may like

Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada

Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang

DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot

Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri

Lumpur Pengerukan Irigasi Berserakan di Jalan, Warga Kutajaya Karawang Keluhkan Proyek Normalisasi Berujung Kecelakaan
Pos-pos Terbaru
- Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada
- Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi
- Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang
- DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot
- Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri






