Nasional
Bank Dunia Tetapkan Indonesia Jadi Negara Menengah Atas
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Bank Dunia resmi menetapkan Indonesia naik kelas dari negara berpendapatan menengah ke bawah (lower-middle income) menjadi negara berpendapatan menengah atas atau upper-middle income country.
Diketahui, klasifikasi tersebut diperbarui setiap tahun pada 1 Juli, mengacu pada pendapatan per kapita pada tahun kalender sebelumnya, atau capaian 2022.
Indonesia tercatat memiliki gross national income (GNI) atau produk domestik bruto (PDB) per kapita yang berada hampir di batas atas untuk masuk kategori pendapatan menengah atas pada 2021, yaitu sebesar US$ 4.349,5.
“Sehingga pertumbuhan PDB yang moderat pada 2022 sudah cukup untuk membawa Indoensia masuk ke dalam kategori ini [negara menengah atas],” dikutip dari keterangan Bank Dunia.
Sementara itu, Indonesia melanjutkan pemulihan pascapandemi yang kuat dan ekonomi yang tumbuh 5,3 persen pada 2022.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Indonesia pada 2022 yang dihitung berdasarkan PDB per kapita mencapai Rp 71,0 juta atau US$ 4.783,9.
Sementara mengacu pada klasifikasi Bank Dunia, suatu negara tergolong dalam kategori negara berpendapatan menengah atas jika memiliki PDB per kapita mulai dari rentang US$ 4.466 hingga US$ 13.845.
Indonesia sebetulnya sudah pernah masuk kelompok negara menengah atas pada 2019. Namun, pukulan pandemi membuat Indonesia kembali turun ke kategori menengah bawah selama dua tahun berturut-turut.
Adapun Bank Dunia mengklasifikasikan negara berdasarkan pendapatan per kapita penduduk, yakni negara penghasilan rendah, menengah bawah, menengah atas dan penghasilan tinggi.
Datanya diperbarui setiap tanggal 1 Juli, menggunakan perhitungan pendapatan nasional bruto atau PNB per kapita dalam dolar AS berdasarkan metode Atlas.
Metode Atlas menggunakan perhitungan kurs secara khusus, yakni rata-rata nilai tukar suatu negara untuk tahun itu dan nilai tukarnya untuk dua tahun sebelumnya, disesuaikan dengan perbedaan antara tingkat inflasi di negara tersebut dan inflasi internasional.
Ini bertujuan untuk mengurangi dampak fluktuasi nilai tukar dalam perbandingan pendapatan nasional lintas negara.
Indonesia berhasil naik kelas meski Bank Dunia pada tahun ini kembali mengubah ambang batas pendapatan nasional per kapita masing-masing kategorisasi negara.
Ini tak lepas dari pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun lalu sebesar 5,3 persen yang lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan ekonomi dunia yang diperkirakan hanya mencapai 3,2 persen.
Indonesia juga bukan satu-satunya negara yang berhasil naik kelas pada tahun ini. Bank Dunia menyebut, Ekuador dan Palestina juga berhasil naik kelas ke dalam kelompok negara berpendapatan menengah atas pada tahun ini.
Menurut catatan terbaru Bank Dunia, terdapat 53 negara yang masuk dalam ketegori negara berpendapatan menengat atas bersama Indonesia. (*)

You may like

Pemerintah Optimis Ekonomi Digital Pada 2025 Tumbuh Dua Kali Lipat

Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Modal Hadapi Resesi 2023

Sri Mulyani: Ada 4 Negara Aman dari Resesi 2023

Menko Airlangga Sebut Indonesia Kian Diperhitungkan Dunia

Wapres Sebutkan Langkah-langkah Indonesia Jadi Raksasa Ekonomi Baru

Delegasi Bank Dunia Sebut Indonesia Bisa Jaga Perekonomian Tumbuh 5 Persen
Pos-pos Terbaru
- AMKI Karawang Dukung Polres Tindak Peredaran Obat Keras Tertentu
- Polres Karawang Periksa Sejumlah Pihak Terkait Kasus Penyerobotan Lahan Milik PT Astakona Megahtama
- Bulog Karawang Komitmen Jaga Stok Minyakita, Pasok Rutin ke Pasar Karawang & Bekasi
- Sidak Theatre Night Mart, Komisi I DPRD Karawang Dorong Penutupan Sementara
- Dari Pos Ronda Menuju Podium Juara: Misi Keramat Orado Palembang Di Kejurprov I Sumsel







