Regional
Apresiasi Bupati Restrukturisasi PD Petrogas, Askun Dorong Kejari Karawang Kembalikan Rp 101 Miliar
Published
1 tahun agoon
By
Redaksi
KARAWANG – Praktisi Hukum dan Pengamat Kebijakan Pemerintah, Asep Agustian menilai langkah Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh dalam melakukan restrukturisasi kepengurusan PD Petrogas Persada merupakan langkah yang tepat.
Oleh karenanya, Askun (Asep Kuncir) sapaannya, meminta agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang untuk segera mengembalikan Uang Deviden atau KAS Petrogas Rp 101 miliar lebih yang sempat disita Kejari.
Dikatakan Askun, bahwa duit Rp 101 miliar lebih yang sempat disita Kejari untuk dijadikan barang bukti dalam kasus dugaan korupsi Petrogas bukanlah uang kerugian negara Rp 7,1 miliar lebih yang disinyalir dinikmati tersangka Giovanni Bintang Raharjo.
Tetapi ditegaskannya, uang tersebut merupakan deviden atau KAS Petrogas hasil operasional pengelolaan migas di Kabupaten Karawang selama ini.
“Saya tegaskan ya, Rp 101 miliar itu bukan kerugian negara, tapi KAS Petrogas yang disita Kejaksaan. Menurut saya uang tersebut tidak bisa dijadikan barang bukti di pengadilan nanti. Oleh karenanya harus segera dikembalikan ke KAS Petrogas lagi,” tegasnya yang juga Ketua DPC Peradi Karawang.
Diketahui, hari ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang telah melakukan restrukturisasi kepengurusan PD Petrogas Persada. Yaitu dengan menunjuk Kabag Ekonomi Setda Karawang, Yayat Rohayati sebagai Ketua Dewas Petrogas, serta memilih Agus Rivai sebagai anggota Dewas dari unsur profesional melalui panitia seleksi (Pansel).
Dan untuk tahap seleksi jajaran Direksi Petrogas, Pemkab menargetkan sampai akhir Desember 2025 nanti, harus sudah terbentuk, agar BUMD Petrogas kembali bisa normal untuk beroperasi.
Dalam seleksi jajaran Direksi Petrogas melalui Pansel nanti tidak akan menggunakan APBD. Melainkan akan menggunakan KAS Petrogas.
“Lah, sekarang gimana mau digelar Pansel Direksi Petrogas, kalau uang KAS-nya saja masih disita Kejaksaan. Makanya saya minta Kejaksaan segera kembalikan duit Rp 101 miliar. Itu kan bukan uang kerugian negara, ngapain harus ditahan-tahan (disita.Red),” ungkap Askun.
Terakhir, Askun juga mempertanyakan perkembangan terbaru hasil penyidikan dugaan korupsi Petrogas yang sampai saat ini belum ada kabar terbaru.
Pasalnya sudah satu bulan lebih penyidikan dugaan korupsi ini belum ada up date informasi dari Kejari, sejak ditetapkannya Plt Dirut Petrogas, Giovanni Bintang Raharjo sebagai tersangka pada tanggal 18 Juni 2025 lalu.
“Inget loh, sampai hari ini publik masih menunggu hasil penyidikan Kejaksaan, apakah tersangkanya tunggal Giovanni sendiri atau ada tersangka lain?. Kapan perkaranya mulai disidangkan di Tipikor, karena ini sudah satu bulan lebih?,” tanya Askun.
“Apakah Kejaksaan sudah bisa mengamankan kerugian negara (Rp 7,1 miliar lebih.Red) dalam dugaan korupsi ini yang disinyalir dinikmati tersangka Giovanni,” imbuh Askun menandaskan. (rls/cho)
You may like

Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026

Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur

Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah

Kekerasan Terhadap Anak di Karawang, Polisi Amankan Dua Pelaku di Bawah Umur
Pos-pos Terbaru
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!
- Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!







