Regional
Akibat Cuaca Panas, Pasien Heat Exhaustion Mulai Bermunculan di Karawang
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Akibat cuaca panas yang terjadi, heat exhaution menyerang sejumlah masyarakat di Karawang.
Dalam istilah medis, kelelahan akibat cuaca panas dinamai heat exhaustion, di mana tubuh kehilangan cairan berlebih disebabkan berkeringat.
Kepala Puskesmas Wanakerta, Veronica Maulana menyebutkan, sepanjang musim kemarau ini data penyakit yang paling mendominasi adalah ISPA.
Namun, ia berturut-turut menemukan orang yang awalnya bukan pasien, mendadak masuk UGD. Ternyata penyebabnya adalah kondisi heat exhaustion yang diakibatkan oleh cuaca panas.
“Rekam riwayat penyakit paling banyak itu ISPA, sebulan aja nyampe 283 pasien. Tapi yang menarik, dokter-dokter disini saat bekerja menemukan kondisi bernama heat exhaustion,” ujarnya, Rabu (11/10/2023).
Ia menjelaskan ciri-ciri kondisi tersebut berupa pusing kepala, berkeringat lebih, otot sakit, mual dan muntah parah.
“Kondisi karena terlalu panas suhu, pasien yang di dalam namun penunggu di luar justru yang menjadi pasien IGD karena menunggu di luar. Ciri-cirinya pusing kepala, berkeringat berlebih, otot nya sakit, mual muntah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan sejauh ini hanya ditemukan tiga orang yang mengalami kasus tersebut. Heat exhaustion ketika tidak segera ditangani akan meningkat menjadi heat stroke. Kemudian akan mengakibatkan dehidrasi
“Kemarin sempat ada tiga kasus seperti ini kebetulan semuanya ibu-ibu. Kami mengkhawatirkan kondisi ini sampai naik menjadi heat stroke, mereka tidak berkeringat lagi tapi rasa kepala lebih hebat lagi dan kondisi ini bisa meningkat menjadi dehidrasi,” tambahnya.
Veronica menyarankan kepada masyarakat Karawang untuk memperbanyak minum air putih, menggunakan pelindung (payung atau topi) untuk menghindari sinar matahari, dan menyiram tubuh ketika terkena kondisi heat exhaustion.
Selain itu ketika merasakan gejala yang sama maka segera melakukan pemeriksaan ke puskesmas. Ia pun meminta kepada masyarakat agar tidak keluar rumah ketika tidak terdapat hal mendesak.
“Jadi memang kita melihat kondisi seperti ini masyarakat harus pakai alat pelindung seperti payung agar tidak langsung terpapar sinar matahari, kalau tidak perlu keluar rumah jangan keluar rumah dan kalau keluhan pusing, berkeringat berlebih dan mual muntahnya tidak dapat diatasi untuk segera periksa ke puskesmas,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, heat exhaustion tidak bisa dianggap sepele, karena penyakit ini memiliki step lanjutan yaitu heat stroke hingga dehidrasi.
“Kemungkinan masyarakat yang mengalami juga tidak menyadari kalau itu adalah heat exhaustion. Jadi kondisi-kondisi seperti ini tidak terlaporkan,” jelas Veronica. (*)


You may like

Polresta Karawang Dalami Dugaan Pengrusakan Saat Proses Penyelidikan Peredaran Obat Keras Tertentu

PHE ONWJ Dukung Pelestarian Seni Budaya Pesisir Pantura

Dikenal Humanis dan Banjir Prestasi, Ini Sosok Kapolresta Karawang Pertama Kombes Mario Prahatinto

Rieke Diah Pitaloka Peninjauan Layanan Warga Binaan, Lapas Karawang Tuai Apresiasi Atas Program Ketahanan Pangan

Menjelang Kemerdekaan RI, Terang PLN Hadir untuk Menguatkan Harapan melalui Light Up The Dream

PHE ONWJ Dukung Kegiatan Donor Darah di Cibuaya Karawang
Pos-pos Terbaru
- GEMPA DI TUBUH POLRI! Ratusan Pamen Dimutasi, Kursi Panas Kapolres Muba Hingga Lubuklinggau Resmi Berganti!
- Polresta Karawang Dalami Dugaan Pengrusakan Saat Proses Penyelidikan Peredaran Obat Keras Tertentu
- PHE ONWJ Dukung Pelestarian Seni Budaya Pesisir Pantura
- Dikenal Humanis dan Banjir Prestasi, Ini Sosok Kapolresta Karawang Pertama Kombes Mario Prahatinto
- Rieke Diah Pitaloka Peninjauan Layanan Warga Binaan, Lapas Karawang Tuai Apresiasi Atas Program Ketahanan Pangan






