Regional
Riskan Terjadi Monopoli, Koordinator Supliyer Disurati Sekda Karawang Soal Pengadaan Karung Sembako
Published
6 tahun agoon
By
admin
KARAWANG – Khawatir terjadi tindakan monopoli dalam proses penyaluran paket sembako dari Kementrian Sosial RI, koordinator supliyer diminta melalui surat edaran Sekertatis daerah Kabupaten Karaawang untuk meninjau kembali proses pengadaan karung beras program sembako yang mulai digunakan para supliyer pada awal tahun 2021.
Pasalnya, pengadaan karung beras berlabel program sembako yang belakangan ini mulai beredar di kalangan supliyer secara tertulis belum ditempuh melalui rapat koordinasi bersama tim koordinasi Bantuan Pangan Sosial.
Seperti diketahui, menurut keterangan Pemerhati Kebijakan Daerah Kabupaten Karawang, Joko Susilo, ketika menghubungi Infoka.id, Sabtu (09/01), menegur pada koordinator supliyer selaku bagian dari penyalur Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk wilayah Kecamatan Batujaya dan Kecamatan Pakisjaya agar segera menindaklanjuti surat edaran dari Sekertaris Daerah Kabupaten Karawang No 460/48 Perihal Penetapan Paket Sembako di awal tahun 2021.
Menurutnya, berdasarkan surat edaran Sekda Karawang yang bersifat penting, kepada koordinator supliyer penyaluran bantuan sembako dari Kementrian Sosial RI yang juga dikenal oleh publik menjabat sebagai Direktur PT.Gema Katar Karawang selaku perusahaan penyaluran bantuan paket sembako untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Pakisjaya dan Batujaya agar meninjau kembali pengadaan karung beras melibatkan peranan tim koordinator Bantuan Pangan Sosial.
“Khawatir ada monopoli dalam pengadaan karung berasnya, maka perlu ditinjau ulang oleh Pak Opik sebagai koordinator para supliyer bersama.tim koordinator bantuan pangan sosial. Apalagi, harga satuan untuk karung beras berlebel program sembako dibebankan dengan harga Rp. 1500/buah. Pada dasarnya, koordinator supliyer harus bisa mengikuti arahan pemerintah agar tidak terjadi praktek monopoli, baik dalam pengadaan karung berasnya maupun dalam penyaluran bahan sembako bantuan dari Kementrian Sosial RI,” pintanya. (sgt)
You may like

Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk

Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada

Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi

Dituduh Jadi Aktor di Balik Ulasan Negatif Konsumen, Resto Saung Berkah Gurame Somasi Restoran Sumoreang

DPRD Karawang Kecewa Berat karena PT Nipro Indonesia Jaya Mangkkir RDP, Limbah 13 Tahun dan Rekrutmen Disorot

Jejak Inspiratif H. Zeni Zaelani: Figur “Sakhoul Aghniya” di Karawang yang Sukses Padukan Bisnis, Dakwah, dan Masa Depan Santri
Pos-pos Terbaru
- Aksi Nyata untuk Bumi, Alfamidi Operasikan 49 PLTS dan Efisiensi 2,2 Juta Lembar Kertas
- Pertagas Dukung Ketahanan Pangan melalui Penyaluran Gas Bumi bagi Industri Pupuk
- ACT ONE Yamaichi Resmi Hadir di Indonesia, Bawa Pengalaman 60 Tahun dari Jepang untuk Mendukung Industri Konstruksi Nasional
- Dukung Peningkatan PAD, DPRD Karawang Setujui Transformasi Petrogas Menjadi Karawang Energi Persada
- Polsek Karawang Tangkap Terduga Pelaku Pengeroyokan yang Menyebabkan Korban Tewas Tenggelam di Saluran Irigasi







