Regional
Antisipasi Penyebaran Cacar Monyet, Dinkes Jabar Lakukan Sosialisasi
Published
4 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Dinas Kesehatan Jawa Barat meminta masyarakat mulai perketat Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mengantisipasi penyebaran virus cacar monyet atau monkeypox.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Jawa Barat dr. Ryan Bayusantika Risnandi mengatakan, sampai saat ini WHO belum melakukan atau mengimbau masyarakat di dunia melakukan vaksinasi. Hal itu karena dengan berbagai pertimbangan.
“Pertama mungkin jumlah monkeypox ini kasusnya belum terlalu banyak juga, akses terhadap vaksinasinya juga belum mudah dan memang yang ketiga ternyata menurut epidemiolog pun lebih efektif dan efisien kalau kita bisa mencegah penularannya,” tutur Ryan dilansir dari Pikiran-Rakyat.com, Kamis (25/8/2022).
Untuk pencegahannya, karena melalui kontak langsung, maka 3M sangat baik mencegah kontak jaga jarak dan mencuci tangan karena memang dengan 3 Mbisa mencegah penularan Covid-19, maupun penyakit kontak seperti monkeypox.
“Saat ini kita selalu waspada dan kalaupun ada karena khas gejalanya itu tidak akan bisa ditutup-tutupi. Namun saat ini di Jabar memang belum ada kasus,” ucapnya.
Pihaknya selalu melakukan sosialisasi terus ke tingkat bawah sampai tingkat Puskesmas, dan rumah sakit. Jadi semua tenaga kesehatan dan sarana kesehatan sekarang sudah siap termasuk isolasi bila diperlukan.
“Adapun ciri-ciri khasnya gejala klinik ini berbeda dengan cacar biasa. Monkeypox di sini ruam cacarnya besar-besar dan di dominasi di wilayah wajah, telapak tangan, telapak kaki dan di atasnya pembesaran kelenjar getah bening seperti di leher ataupun ketiak ini tidak ada di cacar lain atau penyakit yang mirip. Sampai saat ini di Jawa Barat sama sekali belum ada yang mengarah gejala kliniknya ke monkeypox, “katanya.
Dia menambahkan, dugaan kasus di Sumedang setelah dilakukan pendalaman kasus, tidak mengarah ke monkeypox.
Ia mengatakan pasien telah diperiksa detail, salah satunya gejala ruam khas dan pembesaran kelenjar getah beningnya, namun tidak ada. Jadi untuk selanjutnya tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan untuk monkeypox. (*)
Sumber: Pikiran-Rakyat.com

You may like

Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon

Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026

Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur

Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang

Petani Sukasari Karawang Menjerit: Krisis Air Menahun, Tak Pernah Tersentuh Bantuan Pompa dan Alat Pertanian!

Dari Upload Konten Sampai Live Stream Nyanyi Bareng, Indosat 5G Bikin QNF Chapter 5 Karawang Makin Pecah
Pos-pos Terbaru
- Enam Orang Diamankan! BNNK Karawang Bongkar Jaringan Peredaran 5.555 Obat Keras di Cilamaya Wetan Dan Kulon
- Anggaran Pemda Telat, Komisi I DPRD Karawang Desak Pencairan Dana Pilkades Serentak 2026
- Cegah Stunting di Kabupaten Bekasi, Alfamidi Kembali Salurkan Ribuan Telur
- Kejari Karawang Sita 12 Bidang Tanah dan 3 Mobil serta Amankan Uang Rp829,55 Juta dalam Perkara Dugaan Korupsi Penyaluran KPR Bank Himbara Cabang Karawang
- PERS SUMSEL GEMPAR! Koalisi Jurnalis Turun ke Jalan, Desak Copot Dirintelkam dan Bongkar Aktor Intelektual Kekerasan!






