Regional
Wacana Provinsi Cirebon Raya Kembali Dideklarasikan, Ini Respon Bupati Majalengka
Published
5 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Wacana pembentukan Provinsi Cirebon Raya sudah lama bergulir dan saat ini kembali dideklarasikan oleh sejumlah orang, sebagai pembentukan Calon Otonomi Daerah Baru (CODB) Provinsi Cirebon Raya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Majalengka Karna Sobahi menyatakan ketidak tertarikannya untuk membicarakan Pembentukan Provinsi Cirebon apalagi jika Kabupaten Majalengka harus masuk dan bergabung dengan Provinsi Cirebon dengan beberapa alasan.
Menurut Karna Sobahi, bahwa saat ini yang terpenting lebih fokus bagaimana menangani pandemi Covid-19 dan melanjutkan berbagai sektor pembangunan di kota berjuluk Angin tersebut.
“Saya belum tertarik berbicara Provinsi Cirebon. Kami masih konsentrasi mengurus corona dan pembangunan di Kabupaten Majalengka,” ungkap Karna Sobahi, Selasa (28/9/2021).
Karna Sobahi mengatakan, tidak ada alasan mendasar bagi Kabupaten Majalengka harus bergabung dengan Provinsi Cirebon, sebab perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat terhadap Kabupaten Majalengka sudah cukup besar.
Baik keberpihakan anggaran yang selama ini dinilai cukup besar untuk mendukung berbagai program yang dilakukan Pemda Majalengka. Dukungan melalui pembangunan infrastruktur jalan dan bangunan, bantuan sosial, bantuan keuangan juga program lainnya melalui berbagai OPD.
“Dukungan dan perhatian yang diberikan Pemprov Jabar sangat besar, tahun 2020 Jabar memberikan bantuan anggaran hingga lebih dari setengah triliun. Mencapai Rp650 m bantuan yang diberikan Pak RK. Tahun 2021 juga besar antara Rp400 miliar hingga Rp500 milyar. Nah kalau lepas dari Jabar, yang rugi rakyat saya,” ungkap Bupati Karna Sobahi, dilansir dari Pikiran-Rakyat.com, Selasa (28/9/2021).
Alasan lain, di Kabupaten Majalengka ini banyak pembangunan yang menjadi proyek nasional dan Jawa Barat yang akan berdampak pada perkembangan ekonomi dan sosial di Kabupaten Majalengka, seperti halnya keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat, Majalengka Aerocity, Segitiga Rebana, juga Tol Cisumdawu yang kini terus digarap.
“Saya pikir rakyat juga akan berpikir realistis, sekarang rakyat tidak akan berpikir soal pembentukan Provinsi Cirebon, pasti mikirna tinimbang mikiran Provinsi Cirebon, mending ayeuna nu geus puguh, geus pasti di Jawa Barat, lain Cirebon. Momentum wacana pembentukan Provinsi Cirebon untuk saat ini dinilai tidak tepat, rakyat akan lebih tertarik dengan bantuan sosial, UMKM dan lainnya yang merasa berpihak pada mereka. Jadi saya apalagi, tidak tertarik dengan Provinsi Cirebon, saya lebih pokus pada penanganan Covid dan bagaimana masyarakat saya bisa sehat, dan ekonominya kembali pulih,” ucap Karna.
Menurut Bupati, pemisahan sebuah daerah tidaklah sederhana, butuh SDM yang baik dan banyak, butuh anggaran yang cukup, butuh potensi di daerah yang bisa dikembangkan untuk menghasilkan uang dan lain-lain. Serta butuh dukungan politik, karena membentuk sebuah daerah tidak hanya sekedar keinginan dari bawah tapi juga dari pusat.
Bupati juga meyakini Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak akan bersedia melepas Kabupaten Majalengka kepada Cirebon, dengan berbagai pembangunan yang sudah dilakukan di Majalengka selama bertahun-tahun tersebut.
“Tujuan membangun bandara di Jawa Barat kan diantaranya karena Bandara Soekarno Hatta lepas masuk ke Banten, sekarang Bandara Kertajati yang sudah dibangun dengan susah payah masa harus dilepas lagi, pasti kan tidak mungkin, Jabar akan mempertahankannya, dan bandara ini ada di Majalengka, ya tidak mungkin Majalengka harus lepas dari Jabar. Kami juga mikirnya realistis tidak ingin masuk sebuah provinsi baru, mending yang sudah ada yang sudah jelas nyaah ka urang Majalengka,” katanya.
Dia mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Bupati Kuningan dan Walikota Cirebon membicarakan persoalan tersebut melalui sambungan telepon. Ketiganya sepakat untuk tetap bergabung dengan Provinsi Jawa Barat.
“Saya dan Pa Acep (Bupati Kuningan) sepakat dan berpendapat sama tetap berada di Jawa Barat, Pemprov Jabar. Sepakat tidak mewacanakan itu, kami pokus pada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Rakyat sehat, rakyat sejahtera,” tuturnya.
Sebelumnya, wacana pembentukan Provinsi Cirebon Raya sudah lama bergulir dan saat ini kembali dideklarasikan oleh sejumlah orang.
Deklarasi pemisahan dari wilayah provinsi Jawa Barat tersebut dilakukan sekelompok orang yang mengklaim berasal dari akademisi dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Komite Percepatan Pembentukan Provinsi Cirebon Raya (KP3C).
Rencana pembentukan Provinsi Cirebon Raya sendiri, di dalamnya meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan.
Deklarasi yang digelar di Hotel Prima Cirebon, pada Senin (27/9/2021). Namun, kegiatan yang berlangsung secara luring tersebut juga disiarkan secara daring melalui akun Youtube Provinsi Cirebon Raya. (*)

You may like

Polisi Tangkap 2 Pemuda yang Bacok Warga di Majalengka, Amankan Dua Senjata Tajam

Kejati Jabar Tahan Kepala BKPSDM Majalengka Terkait Kasus Korupsi Pasar Cigasong

Kejati Jabar Tetapkan Pejabat di Majalengka Jadi Tersangka Kasus Korupsi Terkait Pasar Sindang Kasih Cigasong

Dua Ruang Kelas SDN 2 Sidamukti Majalengka Ambruk, 3 Orang Terluka

Ridwan Kamil Mendorong Pengembangan Destinasi Eduwisata Agribisnis Berkelas Dunia di Kertajati

Satlantas Polres Majalengka Sita Puluhan Knalpot Bising Hasil Razia
Pos-pos Terbaru
- Kepala Disdikbud Karawang Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Patriotik Dan Gigih Membangun Bangsa
- Lewat Pasporia, Imigrasi Karawang Buka Layanan Paspor di Akhir Pekan
- Kapolresta Karawang Tegaskan Larangan Vape: Polres, Polsek, hingga Pospol Harus Steril
- Fondasi Indonesia Emas 2045, Cellica Nurrachadiana Tegaskan Pentingnya Ketahanan Keluarga dari Tingkat Desa
- Dari Hunian Terjangkau Menuju Kota Yang Hidup, HWB Purwakarta Mulai Serah Terima 1.500 Unit






