Connect with us

Regional

4 Ribu Hektare Lahan Pertanian di Bekasi Gagal Panen

Published

on

INFOKA.ID – Sebanyak 4.147 hektare lahan pertanian di Kabupaten Bekasi terdampak kekeringan mengalami gagal panen maupun puso.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Nayu Kalsum mencatat, jumlah itu sekitar 17,5 persen dari total lahan pertanian di Kabupaten Bekasi seluas 48.406 hektare.

“Iya dampak kekeringan 4.147 hektare gagal panen,” kata Nayu Minggu (8/10/2023).

Wilayah terdampak kekeringan meliputi empat desa di Kecamatan Cibarusah, yakni Desa Ridogalih, Ridomanah, Sirnajati, dan Cibarusah Kota.

Enam desa di Kecamatan Bojongmangu, yakni Desa Karangindah, Medalkrisna, Karangmulya, Bojongmangu, Sukabungah, dan Sukamukti juga mengalami kondisi serupa.

Kemudian enam desa di Kecamatan Serang Baru, yakni Desa Nagasari, Sukasari, Sukaragam, Sirnajaya, Nagacipta, dan Desa Cilangkara, serta dua desa di Kecamatan Babelan, yakni Desa Kedung Pengawas dan Muarabakti juga mengalami kekeringan.E

Selain itu, empat wilayah lain tersebar di empat kecamatan masing-masing Desa Samudra Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, Desa Karang Segar, Kecamatan Pebayuran, dan Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi.

Nayu mengatakan, saat ini para petani sudah mendapatkan asuransi bagi yang mengikuti program. Selain itu, para petani juga tidak boleh menanam kembali untuk sementara waktu lantaran air yang tersedia sangat terbatas.

“Jangankan untuk pertanian, air untuk kebutuhan sehari-hari saja sulit,” ungkapnya.

Apalagi wilayah selatan Kabupaten Bekasi itu hanya mengandalkan sawah tadah hujan. Artinya, jika tidak ada hujan tentu sawah tidak bisa ditanami padi.

“Kita coba agar dialihkan dengan menanam jenis tanaman lainnya yang tidak butuh banyak air,” katanya. (*)

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement