Connect with us

Regional

28 Unit Rumah Dibagikan Pemkab Garut untuk Korban Longsor di Kecamatan Talegong

Published

on

INFOKA.ID – Sebanyak 28 rumah diberikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terhadap korban longsor di Kecamatan Talegong, pemberian tersebut lantas diapresiasi oleh BNPB serta pejabat-pejabat di Jakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Garut Rudy Gunawan dalam Apel Gabungan yang dilaksanakan di Lapangan Setda Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/1/2021)

Pada Maret 2020 lalu, bencana longsor dilaporkan telah terjadi di Garut, Jawa Barat hingga berdampak pada masyarakat sekitar.

“Saya kemarin, ini perlu diapresiasi dan ini juga diapresiasi oleh BNPB dan oleh pejabat-pejabat pusat di Jakarta mereka kaget bahwa kita memberikan rumah yang layak sangat layak sekali,” kata Rudy Gunawan, seperti dikutip dari Pikiran-Rakyat.com.

Lebih lanjut, Bupati Garut itu juga mengucapkan terima kasih atas koordinasi yang telah dilakukan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Garut.

“Ini terimakasih, ini koordinasi oleh BPBD dan Perkim dan yang baik itu adalah pelaksanaanya ini tidak oleh pemborong,” ucap Rudy Gunawan.

Di samping itu, Rudy Gunawan juga menuturkan bahwa pemberian 28 rumah dari Pemerintah Kabupaten Garut tersebut dikelola oleh masyarakat itu sendiri.

Dikatakan oleh Bupati Garut bahwa 28 rumah tersebut diberikan pada masyarakat Garut yang terdampak bencana longsor pada Maret tahun 2020.

“Ini luar biasa dengan swakelola oleh masyarakat. 28 rumah kita persembahkan bagi mereka korban longsor di bulan Maret 2020. koordinasinya baik meskipun lambat tapi ujungnya kan berhasil juga,” katanya.

“Dan ini akan dijadikan percontohan baik nasional maupun regional oleh Provinsi Jawa Barat,” ujar Bupati Garut tersebut menambahkan.

Sebelumnya, dalam Apel Gabungan yang dilaksanakan tersebut, Bupati Garut juga menerangkan bahwa pihaknya tak ingin mengambil risiko dengan hal yang berhubungan dengan Covid-19.

“Saya mohon kepada saudara-saudara untuk meningkatkan kinerja jadi dari mulai ini nanti pelaksanaan pemerintahan itu nanti kita difokuskan karena saya mau mengurangi apel-apel seperti ini, dan nanti mungkin kalau sudah mulai ada titik terang mengenai vaksinasi, kita lakukan vaksinasi,” ujar Bupati Garut tersebut.

“Setelah ada titik terang penurunan tajam mengenai ini (kasus Covid-19) kita lakukan pengkajian SKB (Surat Keputusan Bersama) 4 menteri yang berhubungan dengan sekolah tatap muka, kita tidak mau ambil risiko dengan hal yang berhubungan Covid-19 ini,” katanya. (*)

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Facebook

Pos-pos Terbaru

Advertisement
Advertisement