Regional
17.000 Warga Indramayu Mendaftar Jadi Pekerja Migran Pada Tahun 2022
Published
3 tahun agoon
By
Redaksi
INFOKA.ID – Dinas ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Indramayu mencatat ada 17.000 orang mendaftar sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) selama tahun 2022. Sekitar 85 persen di antaranya merupakan perempuan. Mereka kebanyakan bekerja di sektor informal.
“Banyak pendaftar, baru beberapa hari buka di awal tahun ini saja setiap harinya bisa 70 sampai 80 calon PMI,” kata Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Indramayu Masroni, Selasa (10/1/2023).
Masroni mengatakan, calon PMI di awal tahun 2023 ini sudah mencapai 400-an orang. Dengan hitungan rata-rata per hari mencapai 70 sampai 80 pendaftar. Mayoritas mereka mendaftar sebagai asisten rumah tangga.
Menurut Masroni, Taiwan selama ini menjadi negara favorit tujuan PMI dari Kabupaten Indramayu. Dari jumlah 17.000 warga yang mendaftar menjadi PMI pada 2022, ada sekitar 10 ribu yang memilih Taiwan sebagai negara tujuan bekerja.
“Sekitar 10 ribu bekerja di negara Taiwan. Memang rata-rata sebagai asisten rumah tangga, tapi yang formal juga ada kerja di manufaktur kayak gitu, kita juga kan basis nelayan,” katanya.
Masroni mengatakan, Taiwan paling diminati karena standar gaji pekerjanya yang dinilai tinggi, serta masa kontrak kerja yang terbilang lebih lama, yakni tiga tahun. Selain itu, upaya perlindungan pekerja di negara itu dinilai lebih pasti, sehingga para PMI merasa aman dan terlindungi.
Selain Taiwan, negara tujuan penempatan favorit lainnya adalah Jepang, Korea, dan Hong Kong.
Selain itu, menurut Masroni, Kabupaten Indramayu selama ini bukan daerah industri, sehingga jumlah perusahaan yang beroperasi terbilang minim, yang berdampak terhadap lapangan pekerjaan.
Kendati demikian, perjalanan sebagai pekerja migran tidak selalu lancar. Selama tahun 2022 lalu, Disnakertrans juga mencatat banyak kasus yang dialami PMI asal Indramayu.
Sedikitnya, Disnakertrans mendapat laporan 170 kasus. Yang di antaranya, memulangkan PMI yang meninggal di negara tempat mereka bekerja.
Masroni menyayangkan, banyak PMI yang tidak melapor ketika sudah kembali ke tanah air. Sehingga, menyulitkan proses pendataan. “Kadang mereka laporan kalau mau berangkat ke luar negeri lagi,” ujarnya. (*)
Sumber: Berbagai sumber


You may like

UNSIKA Terjunkan 1.250 Mahasiswa KKN Batch 2 ke 99 Desa di Tiga Kabupaten

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Satukan Forkopimda dalam Olahraga Bersama dan Bagikan Hadiah Umrah

Imigrasi Karawang Gelar Patroli, Ingatkan Penjamin Kooperatif Laporkan Aktivitas dan Keberadaan WNA

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Panjatkan Harapan untuk Keselamatan Bangsa

Menikmati Sisi Tenang Karawang Melalui Pengalaman Menginap Bernuansa Jepang di Delonix Hotel Karawang

Peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah, Pemkab Karawang Bakal Santuni 1.000 Anak Yatim
Pos-pos Terbaru
- UNSIKA Terjunkan 1.250 Mahasiswa KKN Batch 2 ke 99 Desa di Tiga Kabupaten
- SP2MI Bersinergi dengan Kementerian Sosial Untuk Tingkatkan Keterampilan dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pendidikan Kesetaraan/PKBM di Indonesia
- Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Karawang Satukan Forkopimda dalam Olahraga Bersama dan Bagikan Hadiah Umrah
- Imigrasi Karawang Gelar Patroli, Ingatkan Penjamin Kooperatif Laporkan Aktivitas dan Keberadaan WNA
- Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Karawang Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Panjatkan Harapan untuk Keselamatan Bangsa






